Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 22 Okt 2025 06:49 WIB ·

TNI Jaga Perbatasan, Kuatkan Aparat Desa Timor Utara


					TNI Jaga Perbatasan, Kuatkan Aparat Desa Timor Utara Perbesar

Kefamenanu, Timor Tengah Utara [DESA MERDEKA] Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) terus menguatkan perannya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya di kawasan perbatasan Kecamatan Musi dan Bikomi Nilulat, tugas pokok menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat perbatasan dijalankan berdampingan dengan kegiatan sinergi bersama pemerintahan desa.

Kapten Suradi, S.E., Komandan Kompi yang membawahi pos-pos kunci seperti Haumeniana, Manusasi, Nilulat, Inbate, dan Baen, bersama Prajurit Kepala Muhamat Wahit, S., memimpin langsung kegiatan kolaboratif ini. Mereka fokus menjalin sinergi antara TNI dan pemerintah di tingkat paling bawah.

Kegiatan utama yang rutin dilaksanakan adalah kunjungan ke desa-desa binaan untuk memberikan edukasi kesehatan. Kapten Suradi menjelaskan, edukasi ini sangat penting mengingat kondisi cuaca ekstrem di perbatasan, dengan suhu yang seringkali mencapai 32 derajat Celcius. “Kami berkunjung ke desa-desa binaan memberikan edukasi menjaga kesehatan di saat cuaca dengan suhu mencapai 32 derajat celsius agar terhindar dari dehidrasi dan berbagai penyakit akibat cuaca yang terasa semakin hari makin meningkat,” kata Kapten Suradi.

Selain edukasi, TNI juga memberikan layanan pemeriksaan dan pemberian obat. Sasaran utama pelayanan ini adalah aparat pemerintahan desa, termasuk kepala desa, sekretaris, kepala urusan, kepala seksi, kepala dusun, dan anggota BPD. Pelayanan juga diberikan kepada masyarakat yang kebetulan berada di kantor desa untuk mengurus administrasi kependudukan atau urusan lainnya.

Kapten Suradi menegaskan bahwa desa-desa di perbatasan memiliki peran strategis. Secara geografis, desa-desa ini adalah wilayah paling luar negeri. Namun, dalam konteks antarnegara, desa-desa di perbatasan ini adalah garis terdepan negara.

“Desa merupakan pemerintahan yang hadir di depan untuk menjalankan program pemerintah baik pusat maupun daerah, maka mereka harus sehat sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik dan maksimal,” tambahnya. Kesehatan aparat desa menjadi krusial demi kelancaran roda pemerintahan dan program pembangunan negara di wilayah tapal batas.

Maria Goreti Asuat, Kepala Desa Oetulu, bersama staf dan masyarakatnya yang menerima pelayanan, menyampaikan terima kasih atas kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi yang sudah terjalin antara TNI dan pemerintah desa ini dapat terus berlanjut. Menurutnya, sinergi ini penting demi memajukan desa agar slogan “Bangun Desa Bangun Indonesia” dapat tercapai berkat perhatian dari semua sektor, termasuk TNI.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Trending di RAGAM