Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 20 Mei 2026 12:39 WIB ·

APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting


					APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Masa depan anak-anak di Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba untuk tahun 2027 justru sedang ditentukan dari dalam ruang rapat hari ini. Melalui Rembuk Stunting yang digelar di Kantor Desa Batang pada Rabu (20/05/2026), pemerintah desa bersama warga tidak lagi sekadar berkumpul, melainkan sedang membedah data isi dapur dan pola asuh di tingkat dusun. Langkah konkret ini diambil demi mengejar target ambisius: melahirkan generasi tanpa stunting.

Pertemuan ini menjadi krusial karena berfungsi ganda. Bukan hanya menyusun program intervensi untuk tahun anggaran 2027, forum ini juga menjadi ruang sidang evaluasi yang jujur atas apa saja yang sudah berjalan—atau justru mandek—sepanjang tahun 2026 ini.

Duduk bersama di satu meja, Pemerintah Desa, BPD, kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) berdialog langsung dengan tenaga gizi Puskesmas Batang serta Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Sinergi lintas sektor seperti inilah yang menjadi kunci utama konvergensi pencegahan stunting agar anggaran desa yang dikucurkan benar-benar berdampak nyata.

Sudut pandang menarik muncul saat KPM Desa Batang membuka data sasaran di lapangan. Data terperinci mengenai ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pemetaan keluarga yang masuk kategori berisiko stunting dibeberkan tanpa ada yang ditutupi. Angka-angka inilah yang nantinya menjadi penentu ke mana arah kebijakan dan anggaran desa tahun depan akan dialokasikan.

Dari sisi medis, tim gizi Puskesmas Batang mengingatkan bahwa urusan stunting bukan cuma soal bagi-bagi makanan tambahan. Masalah mendasar justru sering kali berakar pada rendahnya tingkat kehadiran di Posyandu, pola asuh keluarga yang keliru, serta pemahaman tentang gizi seimbang yang belum merata di masyarakat.

Diskusi yang dipandu langsung oleh BPD Desa Batang ini berjalan hidup. Perwakilan dari tiap dusun secara bergantian menyampaikan kendala riil pelayanan kesehatan dasar di wilayah mereka. Lewat rembuk stunting desa batang ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa investasi terbesar pembangunan desa bukanlah pada infrastruktur fisik, melainkan pada investasi gizi manusia yang berkelanjutan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Pyang Mbik Urai Kepadatan

20 Mei 2026 - 09:53 WIB

Petugas BPN Belu Ronda Malam demi Sertifikat Tanah Desa Henes

20 Mei 2026 - 08:56 WIB

Intip Strategi Desa Singa Kunci Anggaran Stunting Tahun 2027!

19 Mei 2026 - 13:52 WIB

Desa Sayur Tanpa Sawah: Ironi Pangan Lereng Slamet

18 Mei 2026 - 21:50 WIB

Move On! Poktan Simpang Rumput Regenerasi Pengurus Baru

18 Mei 2026 - 20:39 WIB

Kantor Baru Cikampek Kota: Lepas dari Lahan KAI

18 Mei 2026 - 20:34 WIB

Trending di DESA