Karawang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Status “menumpang” belasan tahun di atas lahan milik PJKA/KAI akhirnya resmi berakhir bagi Pemerintah Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Kini, sebuah gedung pelayanan publik yang megah dan representatif telah berdiri tegak di atas tanah mandiri, menandai babak baru kedaulatan birokrasi tingkat desa.
Bagi Kepala Desa Cikampek Kota, Ahmad Nurdin—yang akrab disapa Bah Kundin—momentum ini bukan sekadar urusan gunting pita. Peresmian gedung ini sengaja dilakukan pada tanggal 17 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Sebuah pembuktian janji politik yang diselesaikan tepat waktu.
“Hari ini adalah pembuktian dari impian panjang kita bersama. Bertahun-tahun kita harus menumpang di lahan PJKA/KAI demi menjalankan pelayanan. Hari ini, status itu resmi berakhir. Kantor ini adalah harga diri, kebanggaan, dan milik seluruh masyarakat Cikampek Kota,” ujar Bah Kundin emosional di hadapan warga.

Sudut pandang pembangunan di bawah nakhoda Bah Kundin tidak berjalan timpang. Sembari menuntaskan masalah warisan krisis infrastruktur, sektor ekonomi desa ikut digenjot. Bersamaan dengan peresmian gedung, Pemdes Cikampek Kota memamerkan proyek ketahanan pangan berbasis komunitas: budidaya ikan sistem bioflok yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan kemandirian ekonomi desa pasca-pandemi.
Acara peresmian digelar di halaman kantor baru secara bersahaja namun sarat makna. Kemasannya kental dengan pameran budaya Sunda, mulai dari prosesi Ki Lengser hingga tarian tradisional. Sisi humanis juga ditonjolkan lewat aksi bakti sosial sunatan massal yang menyasar puluhan anak dari keluarga prasejahtera di lingkungan sekitar.
Hadir dalam peresmian tersebut jajaran Muspika Karawang, di antaranya Camat Cikampek Adi Firmansyah, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sabil Akbar, Anggota DPRD Karawang Pendi Anwar, Kabid DPMD Karawang Andri, serta Asep Hilman selaku perwakilan ahli waris lahan yang merelakan tanahnya demi kepentingan publik.
Dengan aset baru ini, Bah Kundin memberikan ultimatum tegas kepada jajarannya. Infrastruktur yang mumpuni wajib berjalan lurus dengan peningkatan kualitas kerja. “Gedung baru yang megah ini harus diikuti dengan semangat baru dalam melayani warga. Tidak boleh ada lagi pelayanan yang lambat. Kantor ini terbuka lebar untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.