Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 1 Mei 2026 15:57 WIB ·

Simalungun Gaji Kepala Desa Berdasarkan Kinerja, BPD Jadi Penentu


					Ketua PABPDSI Kabupaten Simalungun, Buyung Irawan Tanjung Perbesar

Ketua PABPDSI Kabupaten Simalungun, Buyung Irawan Tanjung

Simalungun, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Era baru tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Simalungun resmi dimulai. Lewat kebijakan berani, Pemerintah Kabupaten Simalungun menetapkan bahwa tunjangan Kepala Desa (Pangulu) kini tidak lagi diberikan secara cuma-cuma, melainkan wajib berbasis pada capaian kinerja nyata. Langkah ini sekaligus menempatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau Maujana Nagori pada posisi sentral sebagai “hakim” akuntabilitas di tingkat nagori.

Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Bupati Simalungun Nomor 100.3.3.2/75/2026 ini bukan sekadar urusan gaji. Ini adalah reformasi mental birokrasi desa agar lebih profesional. Pangulu kini dituntut memenuhi indikator ketat: mulai dari ketepatan pelaporan keuangan, intensitas rapat koordinasi, hingga keterlibatan aktif dalam pemberdayaan warga. Jika gagal, sanksi tegas menanti, memastikan kinerja bukan hanya formalitas di atas kertas.

BPD: Dari Pengawas Administratif Jadi Mitra Strategis
Ketua PABPDSI Kabupaten Simalungun, Buyung Irawan Tanjung, menegaskan bahwa kebijakan ini akan kehilangan taringnya tanpa pengawasan efektif dari BPD. Menurutnya, BPD harus bertransformasi menjadi mitra dialogis yang konstruktif. Mereka tidak hanya bertugas memverifikasi laporan, tetapi juga mendorong Pangulu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“BPD sebagai lembaga pengawas memegang peranan krusial dalam verifikasi dan evaluasi kinerja Pangulu. Tanpa itu, esensi kebijakan ini bisa hilang,” ujar Buyung. Ia menekankan bahwa sinergi antara Pangulu dan BPD adalah fondasi utama agar pemerintahan nagori berjalan efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Integritas dan Disiplin Melalui Evaluasi Ketat
Implementasi tunjangan berbasis kinerja ini membawa mekanisme evaluasi yang lebih segar dan transparan. Sanksi bagi Pangulu yang tidak mencapai target tidak dipandang sebagai hukuman semata, melainkan instrumen pembinaan untuk menjaga integritas. Dengan sistem ini, pengelolaan anggaran nagori dipaksa untuk lebih responsif terhadap kebutuhan riil warga desa.

Penerapan kebijakan ini membuka peluang besar bagi Simalungun untuk mewujudkan demokrasi lokal yang sehat. BPD kini memegang peran sebagai pilar penggerak perubahan. Jika kolaborasi erat antara Pangulu dan BPD berjalan harmonis, kualitas pelayanan publik di tingkat desa dipastikan akan melesat, membawa kemajuan nyata bagi kesejahteraan masyarakat nagori secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 268 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Trending di KABAR DESA