Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 10 Sep 2026 16:25 WIB ·

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Kamis (10/9/2026) menjadi penanda bahwa kontestasi politik di tingkat akar rumput Kecamatan Pebayuran telah memasuki babak baru. Pengundian nomor urut Pilkades Desa Bantarjaya tidak sekadar menetapkan angka di atas kertas: Layla Rizki, S.Sos. di nomor urut 1, Samsudin, S.E. di nomor urut 2, Misri di nomor urut 3, dan petahana Abu Jihad Ubaidilah di nomor urut 4. Lebih dari itu, hari tersebut mempertontonkan mengapa Bantarjaya layak disebut sebagai hotspot demokrasi paling dinamis se-Pebayuran.

Lumpuhnya Jalan Raya Pebayuran akibat luapan konvoi massa pendukung sore itu menjadi indikator awal yang tak terbantahkan. Ketegangan positif ini wajar terjadi mengingat karakteristik geografis Bantarjaya yang unik. Berada di tepian Sungai Citarum yang membatasi Kabupaten Bekasi dan Karawang, desa agraris dengan dataran rendah ini menyimpan tantangan alam yang nyata. Masalah banjir musiman dan pengelolaan infrastruktur pertanian secara logis selalu menjadi komoditas politik utama di sini.

Hal inilah yang coba dikapitalisasi oleh Abu Jihad Ubaidilah. Berbekal rekam jejak delapan tahun kepemimpinannya, sang petahana maju dengan menyodorkan bukti fisik yang sudah berjalan, seperti realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga pengecoran jalan-jalan lingkungan. Sebuah narasi keberlanjutan yang kuat, namun tidak lagi melenggang sendirian.

Dari ruang digital yang agresif, para penantang mulai mengikis dominasi tersebut dengan menawarkan alternatif yang segar. Samsudin, S.E., misalnya, bergerak lewat jaringan komunitas digital membawa perspektif ekonomi makro desa, fokus pada pembenahan UMKM serta transparansi pelayanan publik yang ia gaungkan sejak berkasnya dinyatakan lengkap awal Agustus lalu.

Di sisi lain, Layla Rizki, S.Sos., memanfaatkan pendekatan sosiologis untuk merangkul pemilih muda dan keterwakilan perempuan yang selama ini jarang tersentuh narasi pembangunan fisik. Sementara Misri, hadir memperkuat poros kultural yang menjaga simpul-simpul kerukunan antar-dusun agar tensi politik tidak melewati batas wajar.

Di bawah pengawalan ketat Polres Metro Bekasi untuk mengantisipasi potensi gesekan, Pilkades Bantarjaya periode 2026–2034 ini akhirnya menyajikan sebuah ruang kompetisi yang ideal. Masyarakat tidak lagi disodori narasi tunggal, melainkan sebuah spektrum pilihan yang kaya: antara melanjutkan pembangunan fisik yang sudah ada, atau melompat bersama pembaruan tata kelola sosial-ekonomi yang ditawarkan para penantang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival
Trending di KABAR DESA