Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 15 Agu 2026 12:07 WIB ·

Di Bawah Teduh Pepohonan, Tripika Pasimarannu Dampingi Warga Terdampak Gempa


					Di Bawah Teduh Pepohonan, Tripika Pasimarannu Dampingi Warga Terdampak Gempa Perbesar

Kepulauan Selayar [DESA MERDEKA] Suasana berbeda terlihat di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026). Di tengah kekhawatiran warga setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, masyarakat memilih menjauh dari kawasan pesisir dan berkumpul di lokasi yang dianggap lebih aman.

Di bawah rindangnya pepohonan, warga membawa tikar, terpal, makanan, air minum, hingga perlengkapan pribadi. Anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia terlihat duduk bersama sambil menunggu perkembangan situasi.
Di tengah kondisi tersebut, unsur Tripika Kecamatan Pasimarannu yang terdiri dari pemerintah kecamatan, TNI dan Polri turun langsung mendampingi masyarakat.

Camat Pasimarannu Andi Ali Akbar, S.IP., M.Si., bersama personel TNI dan Polri terlihat berada di lokasi pengungsian untuk memantau kondisi warga sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan tertib.

Kehadiran aparat bukan hanya untuk mengamankan lokasi, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang masih diliputi kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan dan perubahan kondisi air laut.

Warga Memilih Menjauh dari Pesisir

Sejak gempa terjadi pada Sabtu pagi, warga di kawasan pesisir Pasimarannu bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi dan jauh dari garis pantai.
Sebagian warga bahkan memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara, meskipun harus duduk beralaskan terpal di bawah pepohonan.

Pemandangan ini menunjukkan bagaimana masyarakat secara spontan mengambil langkah penyelamatan dengan membawa keluarga mereka ke tempat yang dinilai lebih aman.

Sejumlah sepeda motor warga juga terlihat diparkir di sekitar lokasi, sementara barang-barang kebutuhan pribadi dibawa bersama selama berada di tempat pengungsian.

Tripika Turun Langsung
Camat Pasimarannu bersama jajaran TNI dan Polri terus melakukan pemantauan. Petugas terlihat berkomunikasi dengan warga, mengecek kondisi lokasi, serta memastikan masyarakat tetap berada di tempat yang aman.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan dan aparat keamanan dalam merespons situasi pascagempa sekaligus mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di wilayah pesisir.

Kehadiran Tripika di tengah warga juga memberikan pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian.
Pemerintah dan aparat berada bersama mereka, memantau perkembangan dari waktu ke waktu.

Bukan Sekadar Evakuasi, Tetapi Menjaga Rasa Aman
Bagi warga, meninggalkan rumah dan berkumpul di tempat terbuka bukanlah situasi yang mudah.

Di antara suara percakapan warga, tangisan anak-anak dan rasa lelah setelah berpindah dari rumah, terdapat satu harapan yang sama: situasi segera kembali normal.

Namun, selama kondisi belum benar-benar dinyatakan aman, warga memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara.
Camat Pasimarannu bersama TNI dan Polri pun terus mendampingi masyarakat.
Dalam situasi bencana, kehadiran petugas di tengah warga menjadi lebih dari sekadar menjalankan tugas. Kehadiran tersebut memberikan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan dan lanjut usia.

Pasimarannu Tetap Waspada
Hingga Sabtu siang, masyarakat Pasimarannu masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan, khususnya wilayah pesisir.
Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.

Bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian, pemerintah mengutamakan keselamatan warga sembari memantau perkembangan situasi.
Di bawah pepohonan tempat warga berkumpul, suasana perlahan mulai lebih tenang. Namun kewaspadaan belum sepenuhnya hilang.

Tripika Kecamatan Pasimarannu tetap berada di tengah masyarakat—mendampingi, mengawasi, dan memastikan warga dapat melewati situasi pascagempa dengan aman.

Pasimarannu hari itu tidak hanya memperlihatkan kepanikan setelah gempa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pemerintah, TNI dan Polri hadir bersama masyarakat ketika rasa aman sedang diuji.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Trending di KABAR DESA