Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran tren gaya hidup urban, Desa Kambuno di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, memilih cara berbeda untuk memaknai kedaulatannya. Memperingati Hari Desa Nasional 2026, desa ini tidak terjebak dalam seremoni formalitas yang kaku. Sebaliknya, mereka meluncurkan gerakan sosial-ekonomi melalui pasar murah dan senam sehat massal pada Kamis (15/1/2026).
Langkah ini merupakan antitesis dari perayaan besar yang sering kali hanya membuang anggaran. Kepala Desa Kambuno, Syahrullah Syam, menegaskan bahwa esensi “Desa Nasional” adalah kembalinya kekuatan ekonomi ke tangan rakyat. Pasar murah yang digelar di halaman kantor desa bukan sekadar tempat transaksi, melainkan instrumen perlindungan daya beli warga di tengah fluktuasi harga pangan nasional.
Ekonomi Kerakyatan: BUMDes Menjadi Motor Utama
Sudut pandang menarik muncul dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Alih-alih hanya mengejar laba, BUMDes Kambuno memposisikan diri sebagai penyangga kebutuhan pokok. Sekretaris BUMDes Kambuno, Akmal Yuhniani M, menyatakan bahwa keterlibatan mereka adalah bukti nyata bahwa ekonomi desa bisa mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar luar.
“Kami ingin peran BUMDes bukan hanya ada di atas kertas, tapi dirasakan langsung di dapur warga. Pasar murah ini adalah bentuk pemberdayaan ekonomi lokal yang konkret,” jelas Akmal. Dengan harga yang lebih miring, roda ekonomi desa diputar kembali dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Filosofi Sehat dan Ketahanan Pangan
Selain urusan kantong, Desa Kambuno juga menyoroti investasi jangka panjang melalui kesehatan. Senam sehat bersama bukan sekadar gerakan fisik, melainkan simbol kolektif dalam melawan stunting dan penyakit tidak menular. Hal ini sejalan dengan tema besar tahun ini: kemandirian desa dan ketahanan pangan yang dimulai dari tubuh yang bugar.
Pemerintah Desa Kambuno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya hadir, tetapi meresapi semangat gotong royong yang menjadi akar berdirinya bangsa ini. Peringatan tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi desa-desa di Bulukumba untuk berani berinovasi dan tidak lagi sekadar menjadi penonton di tengah perubahan zaman.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.