Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 12 Mei 2026 15:34 WIB ·

Sawah dan Jalan Desa Sumbar Menanti Dana Rp17,9 Triliun


					Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemulihan ekonomi perdesaan di Sumatera Barat pascabencana kini bergantung pada seberapa cepat dokumen teknis siap di meja pemerintah pusat. Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menekankan bahwa APBD 2027 harus menjadi tumpuan utama penanganan infrastruktur desa yang rusak, mulai dari irigasi hingga jalan penghubung.

Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumbar diperkirakan menelan biaya Rp17,9 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa bagi lahan pertanian dan akses transportasi warga desa yang saat ini masih terdampak hebat akibat bencana.

Irigasi dan Jalan: Urat Nadi Desa yang Terputus
Dalam rapat kerja bersama BPBD, Bappeda, hingga Balai Wilayah Sungai pada Senin (11/5/2026), terungkap bahwa sektor yang paling menderita adalah jalan, sungai, irigasi, dan lahan pertanian. Tanpa normalisasi sungai dan perbaikan irigasi, ribuan hektar sawah di desa terancam gagal fungsi, yang pada akhirnya memicu kemiskinan baru di tingkat akar rumput.

Doni menegaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota telah menyodorkan berbagai usulan perbaikan. Namun, eksekusinya membutuhkan koordinasi yang tidak berbelit antara daerah dan pusat, terutama dalam skema Transfer ke Daerah (TKD).

DED: “Tiket” Percepatan Pembangunan Desa
Masalah klasik yang sering menghambat bantuan pusat ke desa adalah ketiadaan dokumen pendukung. Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) didesak segera merampungkan Detail Engineering Design (DED) untuk setiap proyek infrastruktur. Tanpa kesiapan dokumen teknis ini, anggaran triliunan rupiah dari pusat hanya akan menjadi wacana di atas kertas.

Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kini menjadi peta jalan krusial. Fokusnya jelas: mengembalikan fungsi jalan sebagai urat nadi distribusi hasil bumi desa dan memperbaiki jaringan irigasi agar petani bisa kembali menggarap lahan dengan tenang. Sinergi seluruh sektor bukan lagi imbauan, melainkan keharusan untuk menyelamatkan masa depan pembangunan desa di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pilkades Serentak Pemalang: Menguji Integritas Demokrasi di Desa

15 Juni 2026 - 10:48 WIB

Darurat Narkoba, Desa Kini Jadi Benteng Pertahanan Utama

15 Juni 2026 - 06:30 WIB

Perkuat Peran Nagari, Sumbar Selesaikan Masalah dari Akar

14 Juni 2026 - 14:26 WIB

Belajar dari Banjir Sumbar: Saat Desa Harus Kembali Hijau

14 Juni 2026 - 14:18 WIB

Solok Selatan Akselerasi Pembangunan Desa dan Infrastruktur Strategis

10 Juni 2026 - 21:27 WIB

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Trending di PEMDA