Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemulihan ekonomi perdesaan di Sumatera Barat pascabencana kini bergantung pada seberapa cepat dokumen teknis siap di meja pemerintah pusat. Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menekankan bahwa APBD 2027 harus menjadi tumpuan utama penanganan infrastruktur desa yang rusak, mulai dari irigasi hingga jalan penghubung.
Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumbar diperkirakan menelan biaya Rp17,9 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa bagi lahan pertanian dan akses transportasi warga desa yang saat ini masih terdampak hebat akibat bencana.
Irigasi dan Jalan: Urat Nadi Desa yang Terputus
Dalam rapat kerja bersama BPBD, Bappeda, hingga Balai Wilayah Sungai pada Senin (11/5/2026), terungkap bahwa sektor yang paling menderita adalah jalan, sungai, irigasi, dan lahan pertanian. Tanpa normalisasi sungai dan perbaikan irigasi, ribuan hektar sawah di desa terancam gagal fungsi, yang pada akhirnya memicu kemiskinan baru di tingkat akar rumput.
Doni menegaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota telah menyodorkan berbagai usulan perbaikan. Namun, eksekusinya membutuhkan koordinasi yang tidak berbelit antara daerah dan pusat, terutama dalam skema Transfer ke Daerah (TKD).
DED: “Tiket” Percepatan Pembangunan Desa
Masalah klasik yang sering menghambat bantuan pusat ke desa adalah ketiadaan dokumen pendukung. Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) didesak segera merampungkan Detail Engineering Design (DED) untuk setiap proyek infrastruktur. Tanpa kesiapan dokumen teknis ini, anggaran triliunan rupiah dari pusat hanya akan menjadi wacana di atas kertas.
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kini menjadi peta jalan krusial. Fokusnya jelas: mengembalikan fungsi jalan sebagai urat nadi distribusi hasil bumi desa dan memperbaiki jaringan irigasi agar petani bisa kembali menggarap lahan dengan tenang. Sinergi seluruh sektor bukan lagi imbauan, melainkan keharusan untuk menyelamatkan masa depan pembangunan desa di Sumatera Barat.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.