Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 21 Jun 2026 17:44 WIB ·

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba


					Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumatera Barat Bebas dari Narkoba di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (21/6/2026). Perbesar

Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumatera Barat Bebas dari Narkoba di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (21/6/2026).

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kawasan perdesaan dan nagari di Sumatera Barat kini menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. Melalui penguatan ketahanan keluarga dan pengaktifan kelembagaan lokal, desa dinilai memiliki daya tangkal sosial yang paling efektif untuk memutus rantai peredaran barang haram tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik melawan narkoba harus dimulai dari unit terkini masyarakat, yaitu keluarga dan lingkungan perdesaan. Pola pengawasan berbasis komunitas dan kearifan lokal menjadi kunci utama yang tidak bisa digantikan oleh aparat hukum semata.

“Pencegahan yang paling organik dan efektif itu tumbuh dari bawah, dari lingkungan nagari dan desa. Di sinilah fungsi ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan integrasi nilai-nilai keagamaan harus dioptimalkan untuk melindungi pemuda kita,” ujar Arry di kawasan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi.

Mengoptimalkan Struktur Sosial Desa
Di wilayah perdesaan Sumatera Barat, kolaborasi ini erat kaitannya dengan optimalisasi peran tokoh adat, alim ulama, dan cerdik pandai (Tungku Tigo Sajarangan). Hubungan kekerabatan yang kuat di tingkat desa memberikan keuntungan sosiologis dalam mendeteksi dan mengantisipasi perilaku menyimpang pada remaja secara dini.

Pemprov Sumbar secara penuh mendorong pemerintah desa dan nagari untuk proaktif menciptakan lingkungan yang aman dan produktif. Salah satu strategi nyatanya adalah mengintegrasikan program pencegahan narkoba ke dalam aktivitas komunal desa, seperti gerakan berbasis rumah ibadah dan aksi moral komunitas.

Sinergi yang solid antara struktur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, dan pemuda dinilai menjadi investasi sosial terbesar bagi masa depan daerah. Kesadaran kolektif yang dibangun dari tingkat tapak ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem perdesaan yang bersih, sehat, dan berkarakter di seluruh penjuru Sumatera Barat

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

DPRD Sumbar Kebut Perubahan Aturan Pajak Daerah, Kinerja APBD 2025 Dinilai Menggembirakan

19 Juni 2026 - 09:22 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Jual Beli Jabatan: Skandal Puskesmas Guncang Birokrasi Simalungun

17 Juni 2026 - 17:04 WIB

BPKP Apresiasi Tata Kelola Keuangan Desa di Singosari

15 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di PEMDA