Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Di lapangan Kantor Camat Bikomi Tengah, Timor Tengah Utara (TTU), sebuah pesan tegas menggema di tengah upacara kesadaran, Rabu (17/6/2026). Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H., tidak sekadar berbicara tentang kedisiplinan ASN, melainkan menuntut “revolusi data” dari para kepala desa. Baginya, pembangunan desa yang efektif tidak bisa dibangun di atas asumsi, melainkan harus berpijak pada data yang valid dan terkini.
Wakil Bupati secara spesifik meminta seluruh kepala desa untuk memetakan kondisi riil warganya. Fokusnya jelas: pendataan keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 4, data kepemilikan lahan pertanian, jumlah ternak, hingga status pendidikan anak-anak SMA. Data ini bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan senjata utama pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. “Negara harus hadir untuk mereka. Data yang valid membantu pemerintah menyusun program yang tepat sasaran,” tegasnya di hadapan para kepala desa dan tokoh adat.
Tak berhenti di situ, perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang merantau ke luar daerah. Pemerintah desa kini diwajibkan mendata setiap warga yang bekerja di luar TTU, baik yang berstatus legal maupun ilegal. Langkah ini dilakukan agar pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat memantau keberadaan mereka sekaligus memberikan perlindungan jika terjadi masalah di tanah rantau. Integrasi antara pemerintah desa, lembaga adat, dan gereja menjadi fondasi utama dalam mengawal warga yang rentan ini.
Secara geografis, Bikomi Tengah yang berada di wilayah TTU memang memiliki karakteristik pedesaan yang kental dengan budaya lokal dan tantangan ekonomi. Inovasi kecil namun berdampak besar—seperti memanfaatkan lahan di sekitar kantor camat untuk tanaman produktif—dijadikan simbol harapan bagi desa lainnya. Harapannya, lahan produktif ini menjadi contoh nyata bagi desa-desa di TTU untuk lebih mandiri dan inovatif. Dengan data yang akurat dan semangat kolaborasi budaya yang kuat, TTU kini sedang menata ulang pondasi pembangunan desa agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.