Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 15 Jan 2026 23:24 WIB ·

Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa


					Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Perbesar

Tulungagung Jawa Timur, [DESA MERDEKA] Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung resmi mengukuhkan fondasi organisasinya hingga tingkat akar rumput. Melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar di Balai Desa Ngranti, Kamis (15/1/2026), Emi Prihatin terpilih sebagai nakhoda baru PPDI Kecamatan Boyolangu masa bakti 2026–2031 dengan membawa misi besar: memperjuangkan tunjangan yang selama ini masih menjadi “mimpi” bagi para pamong desa.

Momentum ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan sebuah manuver politik dan organisasi untuk menagih hak-hak kesejahteraan yang belum terealisasi. Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, menegaskan bahwa perjuangan perangkat desa masih panjang. Meski Penghasilan Tetap (Siltap) sudah berhasil diperjuangkan, instrumen kesejahteraan lain seperti tunjangan hari tua, tunjangan keluarga, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi organisasi.

Harmonisasi Satu Kantor: Kunci Pelayanan Publik
Sudut pandang menarik muncul dari seruan Abdul Fatah mengenai “Harmonisasi Satu Kantor”. Ia meminta adanya sinergi tanpa sekat antara perangkat desa dan kepala desa yang tergabung dalam PKDI (Persatuan Kepala Desa Indonesia). Hal ini didukung oleh Ketua PKDI Boyolangu, Yulianto, yang mengingatkan bahwa gesekan antara Kades dan perangkat hanya akan menghambat tugas pokok pelayanan kepada warga.

Sebagai identitas perjuangan, Abdul Fatah juga mewajibkan seluruh pamong untuk mengenakan seragam kebanggaan PPDI setiap tanggal 17. Penggunaan lencana PPDI pun kini diwajibkan untuk dipakai setiap hari kerja sebagai simbol kebanggaan profesi dan integritas pelayan masyarakat.

Mitra Strategis Kecamatan
Camat Boyolangu, Yusuf Riyadi, S.Sos., yang membuka acara tersebut, memandang PPDI sebagai mitra strategis, bukan sekadar organisasi profesi. Perangkat desa diposisikan sebagai ujung tombak yang paling bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat. Komunikasi yang cair melalui wadah PPDI diharapkan mempercepat transmisi kebijakan dari Pemerintah Kabupaten ke tingkat desa.

Emi Prihatin, ketua terpilih, berkomitmen untuk segera menyusun program kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa. Dengan visi “Satu Komando”, ia berjanji akan menyelaraskan langkah kecamatan dengan kebijakan pengurus kabupaten demi memperkuat posisi tawar perangkat desa di mata hukum dan negara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ngadipiro Kepung Masalah Stunting Hingga Rumah Sehat

16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Asa Ketahanan Pangan dari Revitalisasi Embung Lowokjati

16 Juli 2026 - 14:27 WIB

Revitalisasi Embung Lowokjati

Desa Wisata Guranjhil Gandeng PNP Garap Promosi Bilingual

15 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sertifikat Wakaf Gratis dan Efisiensi Dana Desa Pakubalaho

14 Juli 2026 - 12:50 WIB

KSP Tegaskan BPD Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

13 Juli 2026 - 17:00 WIB

Batu Lohe Kepung Pernikahan Dini dan Selamatkan Kakao

13 Juli 2026 - 12:52 WIB

Trending di DESA