Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 15 Jun 2026 15:08 WIB ·

BPKP Apresiasi Tata Kelola Keuangan Desa di Singosari


					BPKP Apresiasi Tata Kelola Keuangan Desa di Singosari Perbesar

Singosari, Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah sorotan tajam terhadap pengelolaan Dana Desa, tiga desa di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, justru mencatatkan rapor hijau. Desa Klampok, Desa Tamanharjo, dan Desa Randuagung baru saja melewati “ujian” akuntabilitas dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 8–9 Juni 2026. Hasilnya, tata kelola keuangan ketiga desa berjalan secara transparan dan sesuai prosedur.

Uji petik ini bukan sekadar pemeriksaan berkas di balik meja. Tim BPKP turun langsung ke lapangan. Mereka membandingkan dokumen perencanaan dengan kondisi nyata proyek pembangunan di setiap desa. Di Desa Randuagung, tim bahkan mengapresiasi keterbukaan aparatur desa saat menjelaskan selisih angka yang muncul. Sikap tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas bukan berarti tanpa kekurangan, melainkan keberanian menjelaskan proses penganggaran secara logis dan terbuka..

Desa Tamanharjo juga menunjukkan kualitas administrasi yang sangat baik. Aparatur desa menyusun berkas secara rapi, lengkap, dan mudah ditelusuri. Kondisi itu membuktikan bahwa profesionalisme aparatur desa terus meningkat. “Ini bisa menjadi rujukan bagi desa lainnya,” ujar anggota tim BPKP, Aziz.

Keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Pemerintah desa yang responsif, Tim Pendamping Profesional (TPP) yang telaten, serta Pemerintah Kecamatan Singosari membangun supervisi dan kolaborasi yang kuat. Sinergi itulah yang mendorong terciptanya tata kelola keuangan desa yang semakin akuntabel.

Bagi masyarakat Singosari, capaian ini mengirimkan pesan yang kuat. Dana Desa tidak lagi dikelola dalam “kotak hitam” yang tertutup. Ketiga desa menunjukkan transparansi yang menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berbenah. Sistem pengawasan yang semakin efektif juga memastikan setiap rupiah Dana Desa kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Capaian ini membuktikan bahwa kolaborasi yang baik mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel hingga tingkat dusun.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA