Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 19 Sep 2026 11:12 WIB ·

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau


					Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026). Perbesar

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026).

Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pembebasan lahan kerap menjadi batu sandungan utama yang membuat proyek infrastruktur raksasa mangkrak bertahun-tahun. Namun, cerita berbeda datang dari megaproyek Fly Over Sitinjau Lauik di Sumatera Barat.

Melalui pendekatan komunikasi yang memanusiakan warga, seluruh kendala lahan di kawasan kritis tersebut kini resmi tuntas, membuka jalan bagi dimulainya pengerjaan fisik secara masif.

Rampungnya urusan tanah ini menjadi bahan bakar utama bagi pihak pelaksana untuk langsung tancap gas di lapangan. Kolaborasi erat antara konsorsium HPSL, Hutama Karya, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) kini sudah membuahkan hasil nyata berupa pergerakan alat berat dan konstruksi awal di area proyek.

Menghargai Warga, Mempercepat Pembangunan
Kunci sukses dari bebasnya lahan proyek ini terletak pada pergeseran pola komunikasi. Masyarakat lokal dan pemilik lahan tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan dilibatkan sejak awal sebagai mitra dialog. Ketika warga merasa dihargai dan aspirasinya didengar, proses ganti rugi dan pelepasan hak atas tanah berjalan tanpa gejolak.

Keberhasilan negosiasi yang humanis ini diharapkan menjadi cetak biru baru bagi proyek strategis lain di Sumatera Barat. Model ini membuktikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur modern sama sekali tidak perlu mengorbankan atau meminggirkan hak-hak masyarakat lokal.

Target Rampung Mei 2028
Dengan dinamika lapangan yang kini bersih dari sengketa tanah, pihak berwenang optimistis target penyelesaian bisa dicapai tepat waktu. Jadwal kerja sama investasi telah disesuaikan, dan bendera target kini dipasang pada Mei 2028 untuk penyelesaian total konstruksi.

“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” ujar PPK Sitinjau Lauik, Risma, saat memberikan penjelasan teknis di lapangan.

Jika berjalan sesuai rencana, jalur layang megah ini tidak hanya akan menghapus memori kelam kemacetan di Tikungan Panorama 1, tetapi juga menjadi monumen hidup atas keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, korporasi, dan kerelaan hati masyarakat Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Trending di KABAR PEMDA