Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Bayangkan sebuah desa di mana warganya tidak perlu bingung mencari modal kerja atau menjual hasil tani mereka. Semua berputar rapi berkat koperasi yang dikelola secara modern digital. Impian ini bukan sekadar angan-angan di Sumatera Barat. Melalui tangan dingin Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si., ekonomi kerakyatan di tingkat nagari kini bangkit dan bergerak maju.
Dedikasi luar biasa ini berbuah manis pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. Bertempat di kemegahan Hotel St. Regis, Jakarta, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat itu melangkah maju menerima penghargaan Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha dalam ajang Koperasi Awards 2026. Sebuah piala bergengsi yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi.
Malam itu menjadi bukti sahih bahwa kerja keras dari pelosok daerah diakui penuh oleh pemerintah pusat.
Namun, bagi Endrizal, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan. Panggung megah di Jakarta hanyalah latar belakang dari sebuah cerita panjang tentang perjuangan di lapangan. Fokus utama pria kelahiran 3 Juli 1967 ini adalah percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh jengkal tanah Minangkabau.
Lewat wadah inilah, ia berhasil mengawal program raksasa: membawa 600.000 UMKM lokal bermigrasi menuju industri halal. Berkat sentuhannya juga, camilan dan kerajinan khas Sumbar kini tidak hanya jago kandang, tapi sukses nangkring di rak-rak bergengsi jaringan SMESCO Indonesia di Jakarta.
“Penghargaan ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk terus hadir mendampingi masyarakat,” ungkap Endrizal dengan mata berbinar penuh rasa syukur.
Ia meyakini bahwa fungsi sejati dari lembaga ini harus menyentuh akar rumput yang paling dalam.
“Koperasi harus menjadi pilar utama yang modern, digital, dan mampu menyejahterakan warga hingga ke pelosok desa,” tegasnya berkomitmen.
Menatap masa depan, birokrat senior yang sempat menjadi Pjs Bupati Agam pada 2024 ini sudah menyiapkan peta jalan baru. Ia ingin koperasi lokal naik kelas menjadi pemasok utama bahan pangan berkualitas demi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Sebuah langkah cerdas untuk memulihkan ekonomi warga, terutama pascabencana.
Bagi Endrizal, piala di lemari kantornya adalah milik bersama—mulai dari gubernur, wali nagari, hingga pengurus koperasi di ujung desa. Gotong royong inilah yang akan terus ia rajut demi mewujudkan cita-cita luhur sang Bapak Koperasi, Bung Hatta.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.