Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatra Barat menyalurkan bantuan fasilitas transportasi berupa lima unit becak motor (bentor) untuk mendukung sektor pertanian di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penyerahan aset ini dilakukan secara resmi dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di ruang rapat dinas terkait pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kecamatan Kuranji merupakan salah satu wilayah krusial bagi ketahanan pangan Kota Padang. Memiliki luas wilayah sekitar 57,41 kilometer persegi atau menyumbang 8,26 persen dari total luas ibu kota provinsi, kecamatan ini ditetapkan sebagai Kampung Tematik Ketahanan Pangan karena potensi agrarisnya yang besar dibanding wilayah urban lain di Padang. Kondisi geografis Kuranji yang membentang dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan ketinggian 8 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) menciptakan karakteristik pertanian yang beragam, mulai dari budidaya padi, sayuran, hingga komoditas perkebunan. Kontur wilayahnya didominasi oleh lahan dengan tingkat kemiringan landai (0–2°) sebesar 45 persen, namun letak lahan produktif yang tersebar di wilayah perbukitan sering kali menyulitkan mobilisasi hasil panen.
Penetapan lima kelompok tani penerima di wilayah ini didasarkan pada pemenuhan kriteria regulasi dan skala prioritas kebutuhan riil di lapangan. Kelompok Tani Lapau Munggu, Tuah Sakato, Serba Usaha, KWT Mekar Jaya, dan Sumua Gadang terpilih karena telah memenuhi syarat legalitas ketat, yakni terdaftar aktif dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) Kementerian Pertanian.
Selain itu, berdasarkan aturan regulasi hibah (Aturan Tahun N-1), kelima kelompok ini lolos verifikasi administrasi karena tidak menerima bantuan serupa pada tahun anggaran sebelumnya.
Dari aspek operasional, wilayah kerja kelima kelompok tani ini berada di zona perbukitan Kuranji dengan akses jalan setapak yang sempit dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat.
Karakteristik komoditas yang mereka budidayakan, seperti padi dan sayuran hortikultura, juga membutuhkan penanganan logistik yang cepat agar kualitasnya tidak menurun sebelum sampai ke pasar. Rekomendasi teknis dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan serta keaktifan kelompok dalam mengajukan proposal mandiri menjadi penguat utama dialokasikannya bantuan ke kelompok tersebut.
Pengadaan bentor yang bersumber dari alokasi dana aspirasi masyarakat (Pokir) DPRD Sumatra Barat ini diproyeksikan mampu mengatasi kendala geografis tersebut. Dengan jarak sekitar 5 hingga 6 kilometer dari pusat kota, bantuan moda transportasi roda tiga ini dirancang untuk mempermudah operasional kelompok tani dalam mengangkut hasil bumi melewati jalur penghubung antar-kelurahan menuju pasar perkotaan secara lebih efisien. Melalui dukungan sarana komunal ini, pemerintah daerah menargetkan penurunan biaya logistik pasca-panen sekaligus peningkatan pendapatan sektor rumah tangga petani di kawasan timur Kota Padang tersebut.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.