Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 22 Agu 2026 14:30 WIB ·

Lima Kelompok Tani Kuranji Terima Bantuan Becak Motor


					Penyerahan bantuan becak motor (bentor) yang bersumber dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, diserahkan secara resmi oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar pada Selasa (18/8/2026). Perbesar

Penyerahan bantuan becak motor (bentor) yang bersumber dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, diserahkan secara resmi oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar pada Selasa (18/8/2026).

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatra Barat menyalurkan bantuan fasilitas transportasi berupa lima unit becak motor (bentor) untuk mendukung sektor pertanian di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penyerahan aset ini dilakukan secara resmi dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di ruang rapat dinas terkait pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Kecamatan Kuranji merupakan salah satu wilayah krusial bagi ketahanan pangan Kota Padang. Memiliki luas wilayah sekitar 57,41 kilometer persegi atau menyumbang 8,26 persen dari total luas ibu kota provinsi, kecamatan ini ditetapkan sebagai Kampung Tematik Ketahanan Pangan karena potensi agrarisnya yang besar dibanding wilayah urban lain di Padang. Kondisi geografis Kuranji yang membentang dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan ketinggian 8 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) menciptakan karakteristik pertanian yang beragam, mulai dari budidaya padi, sayuran, hingga komoditas perkebunan. Kontur wilayahnya didominasi oleh lahan dengan tingkat kemiringan landai (0–2°) sebesar 45 persen, namun letak lahan produktif yang tersebar di wilayah perbukitan sering kali menyulitkan mobilisasi hasil panen.

Penetapan lima kelompok tani penerima di wilayah ini didasarkan pada pemenuhan kriteria regulasi dan skala prioritas kebutuhan riil di lapangan. Kelompok Tani Lapau Munggu, Tuah Sakato, Serba Usaha, KWT Mekar Jaya, dan Sumua Gadang terpilih karena telah memenuhi syarat legalitas ketat, yakni terdaftar aktif dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) Kementerian Pertanian.

Selain itu, berdasarkan aturan regulasi hibah (Aturan Tahun N-1), kelima kelompok ini lolos verifikasi administrasi karena tidak menerima bantuan serupa pada tahun anggaran sebelumnya.

Dari aspek operasional, wilayah kerja kelima kelompok tani ini berada di zona perbukitan Kuranji dengan akses jalan setapak yang sempit dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Karakteristik komoditas yang mereka budidayakan, seperti padi dan sayuran hortikultura, juga membutuhkan penanganan logistik yang cepat agar kualitasnya tidak menurun sebelum sampai ke pasar. Rekomendasi teknis dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan serta keaktifan kelompok dalam mengajukan proposal mandiri menjadi penguat utama dialokasikannya bantuan ke kelompok tersebut.

Pengadaan bentor yang bersumber dari alokasi dana aspirasi masyarakat (Pokir) DPRD Sumatra Barat ini diproyeksikan mampu mengatasi kendala geografis tersebut. Dengan jarak sekitar 5 hingga 6 kilometer dari pusat kota, bantuan moda transportasi roda tiga ini dirancang untuk mempermudah operasional kelompok tani dalam mengangkut hasil bumi melewati jalur penghubung antar-kelurahan menuju pasar perkotaan secara lebih efisien. Melalui dukungan sarana komunal ini, pemerintah daerah menargetkan penurunan biaya logistik pasca-panen sekaligus peningkatan pendapatan sektor rumah tangga petani di kawasan timur Kota Padang tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA