Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pedesaan dan nagari di Sumatera Barat kini bergerak serentak memperkuat benteng pertahanan moral masyarakat. Melalui Gerakan Subuh Berjamaah dan Aksi Sumbar Bebas Narkoba, masyarakat adat membuktikan bahwa kekuatan akar rumput adalah kunci utama dalam menjaga generasi muda dari ancaman eksternal.
Kegiatan yang berpusat di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi ini diinisiasi secara kolaboratif oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama elemen kepolisian dan pemerintah daerah pada Minggu (21/6/2026). Gerakan ini menegaskan kembali peran nagari sebagai pusat kendali sosial yang efektif di ranah Minang.
Menghidupkan Falsafah Kunci di Nagari
Ketahanan sosial pedesaan Minangkabau bersumber dari kepedulian para pemangku adat di tingkat lokal. Kehadiran aktif para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan pemuda nagari dalam aksi ini memperlihatkan bahwa desa tidak tinggal diam menghadapi tantangan zaman.
Prinsip hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bukan sekadar semboyan, melainkan aturan hukum sosial yang hidup di tengah pedesaan. Melalui penguatan nilai agama dan adat dari rumah ke rumah di wilayah nagari, ruang gerak peredaran narkoba dapat dipersempit secara signifikan.
Aksi Nyata dari Masjid hingga Jalanan
Usai ibadah subuh, antusiasme masyarakat pedesaan berlanjut dalam aksi damai berjalan kaki menuju Markas Kepolisian Daerah Sumbar. Aksi ini menjadi simbol bahwa masyarakat desa siap berdiri di garda terdepan mendukung penegakan hukum demi keselamatan anak kemenakan mereka.
Rangkaian acara diakhiri dengan penandatanganan spanduk komitmen bersama. Melalui momentum ini, seluruh nagari di Sumatera Barat diharapkan mampu mandiri secara sosial, menolak segala bentuk maksiat, serta tumbuh menjadi kawasan yang madani, unggul, dan berkarakter.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.