Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 10 Jun 2026 21:27 WIB ·

Solok Selatan Akselerasi Pembangunan Desa dan Infrastruktur Strategis


					Solok Selatan Akselerasi Pembangunan Desa dan Infrastruktur Strategis Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda Sumatera Barat, sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci utama kebangkitan. Selasa (9/6/2026), Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok Selatan mempertegas komitmen pembangunan melalui audiensi strategis di Padang. Fokus utamanya jelas: membuka keterisolasian wilayah dan memperkuat pondasi ekonomi desa sebagai lokomotif pertumbuhan daerah tahun 2027.

Solok Selatan yang secara geografis berada di wilayah perbukitan membutuhkan konektivitas mumpuni agar hasil tani dari desa tidak terhambat saat menuju pasar. Pemprov Sumbar telah mengalokasikan Rp7,4 miliar untuk langkah awal, termasuk pembangunan ruas jalan strategis Abai–Sangir–Sungai Dareh senilai Rp4,3 miliar. “Pembangunan jalan ini adalah langkah awal membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

Tak hanya jalan, sektor irigasi menjadi perhatian besar. Rehabilitasi irigasi seperti Bandar Bangko dan Sawah Padang yang menyerap anggaran Rp2,9 miliar merupakan stimulus langsung bagi produktivitas pertanian desa. Langkah ini sejalan dengan visi transformasi ekonomi tahun 2027 yang mengedepankan ketahanan pangan dan pemberdayaan BUMNag (Badan Usaha Milik Nagari). Bagi Solok Selatan, keberhasilan ini adalah napas bagi desa-desa yang selama ini menggantungkan ekonomi dari sektor pertanian dan hortikultura.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, berharap proyek strategis ini terus menjadi prioritas, baik melalui skema APBD maupun dukungan Inpres Jalan Daerah dari pusat. Jika konektivitas dan sistem irigasi terjaga, kemandirian desa melalui BUMNag bukan lagi sekadar impian. Transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM kini menjadi fokus utama, memastikan setiap bantuan anggaran tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memutar roda ekonomi hingga ke tingkat rumah tangga petani. Inilah langkah nyata mewujudkan desa yang maju, tangguh, dan inklusif di jantung Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi Dorong Setiap OPD Jadikan Inovasi sebagai Budaya Kerja

10 Juni 2026 - 21:36 WIB

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Trending di PEMDA