Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 24 Apr 2026 19:06 WIB ·

Kades Loleo Menghilang, Warga Geruduk DPMD Halmahera Selatan


					Kades Loleo Menghilang, Warga Geruduk DPMD Halmahera Selatan Perbesar

Halmahera Selatan [DESA MERDEKA]  — Krisis kepemimpinan di tingkat desa kembali mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan. Dugaan penelantaran tugas oleh kepala desa setempat telah memicu gelombang protes yang memaksa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah konkret.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe), Risal Sangaji, memberikan apresiasi sekaligus peringatan keras kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan terkait respons cepat DPMD. Hal ini menyusul aksi unjuk rasa yang digelar LSM-KANe bersama masyarakat Desa Loleo di depan Kantor DPMD Halsel pada Kamis (23/04/2026).

Dugaan “Kades Menghilang” Selama Berbulan-bulan
​Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun di lapangan, Kepala Desa Loleo, Edi Amus, dituding sudah tidak menjalankan kewajibannya selama 3 hingga 4 bulan terakhir. Ia diduga lebih banyak menghabiskan waktu di ibu kota kabupaten dibandingkan menetap di desa untuk melayani warga.

​”Masyarakat merasa resah dan terabaikan. Seorang pemimpin desa seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik, bukan justru menghilang tanpa kabar di ibu kota,” tegas Risal Sangaji. Ketidakhadiran fisik pemimpin desa ini dianggap sangat menghambat roda administrasi dan pembangunan di Desa Loleo.

Respons DPMD dan Harapan Ketegasan Pemerintah
​Menanggapi tekanan publik tersebut, Kepala Dinas DPMD Halmahera Selatan, Zaki Abdul Wahab, menyatakan komitmennya untuk segera turun langsung ke Desa Loleo. Langkah ini diambil untuk memverifikasi kebenaran laporan warga dan melihat kondisi lapangan secara objektif.

“Pernyataan Kadis DPMD untuk segera turun ke desa adalah bentuk profesionalisme yang kami hargai. Namun, ini tidak boleh sekadar kunjungan formalitas. Harus ada output yang jelas bagi masyarakat Loleo,” tambah Risal.
​LSM-KANe secara tegas mendesak agar DPMD berani mengambil sikap radikal jika fakta di lapangan terbukti sesuai dengan tuntutan massa. Jika benar Kepala Desa Loleo terbukti meninggalkan tugas dalam waktu lama tanpa alasan yang sah, maka pengusulan pemberhentian sementara menjadi harga mati yang diminta warga.

Desakan Terhadap Bupati Halmahera Selatan
​Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian serius Bupati Halmahera Selatan. Ketidakhadiran kepala desa bukan hanya masalah disiplin, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanah undang-undang desa. Kehadiran tim DPMD di Obi Selatan diharapkan menjadi awal dari perbaikan tata kelola desa di wilayah pelosok Halmahera Selatan agar tidak ada lagi desa yang merasa “yatim” karena ditinggal pemimpinnya.

Disclaimer Berita:
Berita ini disusun berdasarkan laporan lapangan dan pernyataan pihak terkait pada saat aksi berlangsung. Seluruh isi informasi merupakan tanggung jawab narasumber dan fakta di lokasi. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TNI Bangun Rumah Layak di Perbatasan Desa Malaka

24 April 2026 - 17:13 WIB

Digitalisasi Aspirasi: Suparman Siap Kawal Transparansi BPD Bantarjaya

24 April 2026 - 12:34 WIB

Pesan Cinta untuk Bantarjaya: Ade Deris Siap Bergerak

23 April 2026 - 21:34 WIB

Warga Bantarjaya Mulai Berebut Kursi Aspirasi Lewat BPD

23 April 2026 - 15:11 WIB

Jalan Beton Sigayam: Harapan Baru Ekonomi Petani Batang

23 April 2026 - 08:35 WIB

Dana Desa Situbondo Bermasalah: 16 Desa Terancam Dipolisikan

18 April 2026 - 01:21 WIB

Trending di DESA