Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 6 Jun 2026 15:27 WIB ·

M. Sukri Siap Bawa Perubahan di Nagari Aie Tajun


					M. Sukri Siap Bawa Perubahan di Nagari Aie Tajun Perbesar

Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Angin perubahan kini berembus kencang di Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Menjelang pemilihan Wali Nagari (Pilwana) pada 27 Juni 2026 mendatang, panggung demokrasi lokal kedatangan wajah baru yang menawarkan visi progresif. M. Sukri, S.Kom., atau yang akrab disapa Metek Kuri, resmi memegang nomor urut 1 dengan membawa jargon kuat: “Saatnya yang Muda Membangun Nagari”.

Secara geografis, Nagari Aie Tajun terletak di wilayah strategis di Kecamatan Lubuk Alung, yang menuntut Wali Nagari ke depan mampu beradaptasi dengan dinamika pembangunan Sumatera Barat yang makin modern. Berbekal pengalaman sebagai mantan anggota Badan Permusyawaratan (Bamus) dan latar belakang pendidikan tinggi di Jakarta, Sukri memosisikan diri sebagai figur yang memahami teknis pemerintahan sekaligus memiliki visi pembangunan kekinian.

“Kita ingin membawa Aie Tajun menjadi nagari yang mandiri secara ekonomi dan sosial, tanpa melupakan nilai-nilai luhur kebersamaan,” tegas Sukri.

Delapan misi strategis ia susun, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga tata kelola dana nagari yang transparan. Fokus utamanya adalah penguatan Pendapatan Asli Nagari (PAN). Sukri mengakui bahwa tantangan utama di Aie Tajun adalah mengubah potensi sumber daya lokal menjadi unit usaha produktif yang berkelanjutan, alih-alih hanya mengandalkan alokasi dana dari pusat. Ia berencana memetakan ulang potensi pasar lokal serta mendorong BUMNag menjadi penggerak ekonomi yang mandiri.

Di era Gen Z, kepemimpinan kolaboratif yang ditawarkan Sukri terasa lebih relevan. Ia berjanji akan mengaktifkan kembali ruang-ruang kreatif bagi anak muda melalui seni dan olahraga, sembari tetap menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai identitas “Aie Tajun Madani”. Baginya, transparansi adalah kunci utama untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana nagari.

Bagi warga Aie Tajun, sosok Sukri menawarkan antitesis dari gaya kepemimpinan lama. Pemuda yang mandiri, berpendidikan, dan berintegritas adalah harapan baru untuk menjawab tantangan zaman. Kini, publik tinggal menunggu hari H pemilihan. Apakah semangat “muda dan mandiri” ini mampu memenangkan hati masyarakat dan membawa Nagari Aie Tajun ke arah yang lebih maju dan berkeadilan? Semua akan terjawab di bilik suara nanti.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 132 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ritual Pendinginan: Harmoni Adat dan Modernitas Pesisir Malaka

29 September 2026 - 19:22 WIB

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Trending di KABAR DESA