Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 31 Mei 2026 20:50 WIB ·

Dampak Ekonomi Turnamen Sepak Bola bagi Solok


					Dampak Ekonomi Turnamen Sepak Bola bagi Solok Perbesar

Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Stadion Marahadin, Kota Solok, mendadak menjadi pusat perhatian regional pada akhir Mei 2026. Sabtu (30/5/2026), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi membuka turnamen sepak bola FE Cup 2. Namun, ini bukan sekadar tentang skor akhir di lapangan; ini adalah tentang bagaimana sebuah event olahraga mampu mengubah ritme ekonomi masyarakat lokal secara drastis. Sebanyak 32 klub dari Sumbar, Jambi, Riau, dan Sumatera Utara berkumpul, membawa gelombang penonton yang memadati sudut-sudut Kota Solok dan wilayah desa penyangga sekitarnya.

Secara geografis, Kota Solok merupakan titik strategis di jantung Sumatera Barat yang menghubungkan berbagai jalur perdagangan. Kehadiran ribuan orang dari luar provinsi memberikan suntikan energi segar bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga jasa transportasi. Mengacu pada data tren sport tourism di Sumatera Barat, penyelenggaraan event berskala regional secara konsisten mampu meningkatkan okupansi penginapan hingga 30 persen dan mendongkrak perputaran uang di sektor UMKM lokal hingga miliaran rupiah selama durasi kompetisi. Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menuturkan bahwa turnamen ini adalah agenda olahraga terbesar di Solok Raya tahun ini yang secara nyata membangkitkan ekonomi mikro.

Fenomena ini adalah contoh nyata sinergi “ranah dan rantau”. Inisiator acara, perantau asal Solok, Fadlul Efendi, membuktikan bahwa kepedulian perantau tidak melulu soal donasi, tetapi tentang menciptakan ekosistem ekonomi. Gubernur Mahyeldi sangat mengapresiasi kontribusi ini. Baginya, olahraga adalah instrumen promosi daerah yang efektif. “Ini menjadi stimulus pergerakan ekonomi daerah yang sangat berharga,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Bagi generasi muda, ajang ini menjadi ruang pembinaan atlet sekaligus contoh bagaimana event olahraga bisa dikelola secara profesional untuk kemaslahatan publik. Bagi warga, ini adalah peluang emas untuk menjajakan kuliner lokal dan jasa pendukung lainnya.

Turnamen yang akan berlangsung hingga 1 Juli 2026 ini menunjukkan bahwa ketika olahraga dikelola dengan konsep sport tourism, dampak ekonominya akan menetes hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Keberhasilan FE Cup 2 bukan diukur dari siapa yang mengangkat trofi, melainkan dari seberapa besar daya beli masyarakat meningkat selama satu bulan penuh kompetisi ini berlangsung. Solok kini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perantau, dan masyarakat mampu menciptakan denyut ekonomi yang tangguh di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Narkoba, Untuk Selamatkan Generasi Muda

24 Juli 2026 - 21:47 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Trending di RAGAM