Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 18 Jul 2026 22:42 WIB ·

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput


					LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput Perbesar

Oleh Deddi Ajir

Keberhasilan pembangunan sering kali dikerdilkan sekadar pada angka serapan anggaran atau kemegahan infrastruktur fisik. Padahal, indikator yang jauh lebih fundamental adalah rasa kepemilikan (sense of belonging) masyarakat terhadap proses tersebut. Membangun jalan atau gedung mungkin hanya butuh hitungan tahun, tetapi menumbuhkan kesadaran warga untuk terlibat memerlukan konsistensi yang panjang.

Di sinilah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menemukan urgensi eksistensinya. LPM dirancang sebagai jembatan institusional yang mempertemukan aspirasi warga dengan kebijakan birokrasi, memastikan gerak pembangunan bottom-up benar-benar lahir dari kebutuhan riil di tingkat tapak. momentum pelantikan kepengurusan baru DPD LPM Sumatera Barat periode 2025–2030 harus dijadikan titik balik untuk menghidupkan kembali roh kolaborasi ini.

Karakteristik nagari di Sumatera Barat memiliki keunikan tersendiri. Ia bukan sekadar unit tata usaha pemerintahan, melainkan ruang komunal yang diikat oleh nilai musyawarah dan gotong royong. Modal sosial khas Minangkabau inilah yang harus dioptimalkan. Pembangunan tidak akan menyentuh akar masalah jika menempatkan masyarakat adat hanya sebagai objek atau penerima manfaat pasif. Mereka wajib dilekatkan sebagai pelaku utama.

Apalagi, tantangan modernisasi kian kompleks. Urusan desa hari ini telah bergeser dari sekadar perbaikan parit menjadi penguatan ekonomi keluarga, digitalisasi, hingga ketahanan sosial. LPM memiliki ruang lebar untuk memformulasikan potensi lokal—baik pertanian, pariwisata, maupun ekonomi kreatif—melalui wadah inovatif seperti Nagari Creative Hub.

Namun, partisipasi tidak bisa dipaksakan lewat instruksi formal atau seremoni belaka; ia hanya tumbuh subur di atas tanah kepercayaan publik. Ketika warga merasa suaranya diakomodasi dan melihat dampak nyata dari usulannya, swadaya masyarakat akan mengalir secara organik. Pengurus LPM yang baru mengemban tanggung jawab moral ini. Keberagaman latar belakang pengurus—mulai dari akademisi, birokrat, hingga pengusaha—harus dikonversi menjadi energi kolektif untuk menerjemahkan aspirasi menjadi aksi nyata demi kesejahteraan bersama.(DA)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 126 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Trending di RAGAM