Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 28 Jun 2026 13:38 WIB ·

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk


					Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk Perbesar

Loleo, ​Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Sebuah pemandangan memprihatinkan sekaligus ironis terjadi di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Satu-satunya gedung Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) yang seharusnya menjadi pusat syiar Islam, pembibitan moral, dan benteng akhlak bagi generasi muda kini telantar dalam kondisi mengenaskan. Alih-alih dipenuhi suara lantang anak-anak melantunkan ayat suci Al-Qur’an, bangunan tersebut kini berubah fungsi menjadi gudang penyimpanan material bangunan dengan kondisi lantai yang dipenuhi kotoran kambing.

​Kondisi objektif ini terekam jelas dalam bukti dokumentasi lapangan yang terlampir. Berdasarkan foto yang dihimpun, ruang dalam TPQ yang seharusnya bersih dan suci kini dipenuhi tumpukan besi-besi angker berukuran panjang yang melintang di lantai semen yang kotor. Di sudut ruangan lain, tampak ratusan dus tegel atau keramik ditumpuk tinggi, berdekatan dengan sisa karung semen untuk keperluan masjid yang hingga kini belum juga rampung. Seluruh sudut lantai ruangan sama sekali tidak terurus dan dipenuhi oleh kotoran kambing yang mengering, menegaskan bahwa bangunan publik ini sudah sangat lama tidak tersentuh aktivitas perawatan ataupun pembersihan. Bagian eksterior bangunan pun memperlihatkan tanda-tanda pembiaran, di mana tampak kabel yang menjuntai tidak rapi di area teras depan serta plafon luar yang mulai rusak dan berlubang.

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dan membutuhkan atensi langsung dari Bupati Halmahera Selatan selaku kepala daerah. Sebagai pemimpin yang menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia yang religius, Bupati diharapkan dapat melihat urgensi bahwa ketiadaan fasilitas keagamaan yang layak di tingkat desa membawa dampak buruk yang masif bagi tumbuh kembang anak-anak. Tanpa adanya sarana pendidikan keagamaan formal seperti TPQ, anak-anak di Desa Loleo rentan terpapar dampak negatif gadget dan lingkungan luar karena hilangnya ruang pembinaan moral sejak dini. TPQ bukan sekadar gedung fisik, melainkan sarana krusial untuk mencegah degradasi moral pada generasi muda desa serta menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

​Akibat ketidakpedulian Kepala Desa Loleo, Edi Amus, anak-anak di desa tersebut kini terpaksa harus berdesak-desakan memanfaatkan rumah pribadi guru mengaji demi bisa melanjutkan proses belajar Al-Qur’an. Tidak hanya anak-anak, kelompok ibu-ibu majelis taklim pun ikut terdampak. Aktivitas keagamaan rutin seperti kegiatan mengaji bersama dan kajian keagamaan terpaksa dilaksanakan menumpang secara berpindah-pindah dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya. Warga mempertanyakan ke mana perginya realisasi anggaran Dana Desa yang secara regulasi wajib dialokasikan untuk pembinaan keagamaan dan kepemudaan, padahal anggarannya jelas tersedia namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik.

​Perwakilan warga Desa Loleo, Ridwan Murud, dengan nada kecewa menyayangkan sikap acuh tak acuh pemerintah desa. “Jumlah anak-anak di Desa Loleo ini sangat banyak dan mereka sangat membutuhkan pembinaan moral dan agama. Bukan hanya masalah TPQ ini saja yang carut-marut, tetapi sarana penting lain seperti Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Taman PAUD juga mengalami ketidakberesan serupa. Hal inilah yang mendorong kami melayangkan laporan resmi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa Loleo,” tegas Ridwan.

​Beruntung, keluhan masyarakat ini direspons oleh jajaran pengawas. Tim Irban Investigasi Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi khusus pada tanggal 19–20 Juni 2026. Di lapangan, tim yang dipimpin langsung oleh Yusup Mustakim menyaksikan sendiri pemandangan miris alih fungsi TPQ menjadi tempat penyimpanan material penuh kotoran hewan tersebut. Ketua Tim Irban Investigasi, Yusup Mustakim, secara terbuka menyatakan kekecewaan mendalam atas buruknya tata kelola aset desa serta ketidakpedulian Kepala Desa Loleo terhadap fasilitas spiritual warganya. Kekecewaan tim penilai semakin bertambah lantaran Kepala Desa Edi Amus justru mangkir dan tidak hadir saat proses investigasi khusus berlangsung di lapangan.

​Temuan miris dan bukti visual ini dipastikan akan menjadi poin krusial dalam laporan resmi Tim Irban Investigasi yang akan diserahkan langsung kepada pimpinan daerah. Kini, masyarakat Desa Loleo menggantungkan harapan besar kepada ketegasan Bupati Halmahera Selatan untuk segera mengambil sikap tegas, mengevaluasi total kinerja Kepala Desa, serta menyelamatkan masa depan pendidikan keagamaan generasi muda di Desa Loleo agar fungsi TPQ dapat segera dikembalikan sebagaimana mestinya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Momen Haru Angkatan XV PAUD Satria Mandiri: Sinergi Desa Balitata Cetak Generasi Emas

23 Juni 2026 - 21:12 WIB

Klinik APBDesa Singosari,Sekolah Tata Kelola yang Menginspirasi Desa

23 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo

23 Juni 2026 - 06:10 WIB

Trending di RAGAM