Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur[DESA MERDEKA] – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, dua pemimpin desa di wilayah perbukitan Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, membuktikan bahwa esensi kepemimpinan sejati adalah aksi nyata melayani warga.
Alih-alih melayangkan proposal birokrasi yang memakan waktu panjang, Kepala Desa Supun, Maria Kristiana Banusu, dan Kepala Desa Upfaon, Vebro Saka, memilih bergerak cepat memakai pendekatan grassroot leadership (kepemimpinan akar rumput). Mereka kompak turun langsung mensponsori pembelian material menggunakan dana swadaya untuk menimbun titik-titik jalan berlubang di wilayah mereka.
Langkah ini diambil setelah kedua kepala desa melihat kondisi infrastruktur jalan penghubung yang dinilai membahayakan anak-anak sekolah. Padahal, jalur tersebut menjadi rute utama perlombaan gerak jalan dari tingkat SD hingga SLTA untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan.
Memimpin dengan Teladan dan Menggugah Swadaya
Sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Biboki Selatan, Desa Upfaon bersama Desa Supun di sekitarnya memegang peran vital dalam mobilisasi warga. Menyadari posisi strategis tersebut, kedua pemimpin lokal ini tidak hanya menyumbangkan materi, tetapi juga turun ke lapangan memimpin warga bergotong royong membersihkan rute jalan.
Kepala Desa Supun, Maria Kristiana Banusu, menegaskan tindakan cepat ini murni demi keselamatan anak-anak sekolah.
“Kondisi jalan yang berlubang cukup membahayakan peserta,” ujarnya, sembari menjelaskan bahwa inisiatif swadaya ini menjadi solusi taktis terbaik saat itu.
Senada dengan Maria, Kepala Desa Upfaon, Vebro Saka, memandang krisis infrastruktur ini sebagai momentum emas untuk merajut kembali modal sosial masyarakat.
“Momentum HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong,” tutur Vebro.
Ia menambahkan bahwa dampak positif dari perbaikan jalan ini akan dirasakan dalam jangka panjang untuk melancarkan konektivitas dan mobilitas ekonomi harian warga antar-desa.
Dampak Nyata Kepemimpinan Akar Rumput
Aksi kolaboratif ini memicu pujian dari panitia perayaan HUT RI tingkat kecamatan. Apa yang dilakukan oleh Maria dan Vebro mencerminkan bentuk nyata dari grassroot leadership: pemimpin yang tidak berjarak dengan realitas di lapangan, peka terhadap risiko keselamatan publik, dan mampu menggerakkan kesadaran komunitas tanpa paksaan.
Berkat keteladanan kedua kepala desa tersebut, rute gerak jalan di jantung Biboki Selatan kini siap menyambut kemeriahan hari kemerdekaan dengan jauh lebih aman, lancar, dan meriah.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.