Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 9 Agu 2026 18:11 WIB ·

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana


					Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana Perbesar

Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Alih-alih mencabut akar budaya masyarakat melalui paksaan relokasi massal, upaya perlindungan terhadap hak hidup warga di zona rawan bencana dilakukan dengan memperkuat kapasitas pengetahuan lokal. Sadar akan keterikatan mendalam masyarakat terhadap tanah ulayat dan sumber ekonomi pesisir, sebuah langkah pemenuhan hak perlindungan digelar langsung di tengah komunitas.

Pada Minggu pagi (9/8/2026), masyarakat Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, berkumpul di Pondok Lesehan Eby “Piak Nona” untuk mendiskusikan penguatan hukum adat dan formal dalam menghadapi ancaman alam. Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyerap substansi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana.

Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Sitti Izzati Aziz, Wali Nagari Ketaping terpilih Dasman, serta Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumbar Acil Erbara.

Menghormati Hak Atas Tanah Ulayat
Pilihan untuk terus bertahan dan merawat ruang hidup di pesisir Padang Pariaman merupakan keputusan kultural dan ekonomi yang berat bagi warga. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz, menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh mengabaikan kedaulatan masyarakat lokal.

“Penanggulangan bencana harus meletakkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan objek formalitas. Melalui Perda Nomor 4 Tahun 2023, negara hadir bukan untuk mendikte, melainkan memberikan landasan hukum agar nagari memiliki ketangguhan mandiri secara terencana dan terintegrasi,” ujar Sitti.

Ia mendorong agar penguatan kapasitas ini dijadikan modal bagi warga Ketaping untuk mengenali potensi ancaman di lingkungannya, sehingga keselamatan jiwa dan kelestarian ruang hidup mereka dapat dijaga tanpa harus tercerabut dari tanah leluhur.

Masyarakat sebagai Garda Terdepan
Pengakuan atas posisi sentral warga juga ditegaskan oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumbar, Acil Erbara. Menurutnya, masyarakat pesisir adalah benteng pertama pertahanan bencana.

“Masyarakat berada langsung di wilayah yang berpotensi terdampak, merekalah yang paling tahu dinamika alam di sini. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan taktis pra-bencana adalah hak yang wajib dipenuhi bersama,” jelas Acil.

Momentum Konsolidasi Otonomi Nagari
Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, menyambut baik pendekatan yang menghargai kesiapan nagari ini. Kehadiran regulasi ini dipandang sebagai momentum strategis bagi pemerintahan nagari yang baru untuk menyusun kebijakan mitigasi berbasis komunitas.

“Kami berharap pengetahuan praktis dari Perda ini dapat diinternalisasikan ke dalam sistem kelembagaan nagari. Ketaping harus siap menghadapi risiko alam dengan manajemen yang mandiri, taktis, dan cepat tanpa kehilangan identitas komunal kami,” pungkas Dasman.

Dengan pembekalan ini, sosialisasi tidak lagi sekadar menjadi rilis normatif pemerintah, melainkan sebuah investasi penting bagi masyarakat Nagari Ketaping untuk mewujudkan kedaulatan keselamatan di tanah mereka sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA