Pamekasan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Rasa aman kini sedikit menghampiri warga Dusun Talandung II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Sejak bertahun-tahun lalu, setiap kali musim kemarau datang memapar perbukitan kapur di wilayah mereka, warga terpaksa harus membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan harian.
“Seingat saya sejak 2018 warga di dusun sini terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Arista, salah seorang warga setempat yang merasakan langsung peliknya krisis air menahun tersebut.
Namun, situasi ini diproyeksikan mulai berubah seiring dimulainya pengeboran sumur sedalam 88 meter di dusun tersebut. Proyek air bersih ini direncanakan mengalirkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui sistem pipanisasi.
Kepala Desa Abd Qodir menyatakan bahwa sumur bor ini diharapkan mampu menopang kebutuhan sekitar 50 kepala keluarga untuk MCK dan berpotensi mendukung sektor pertanian jika debit air memadai. Di tengah tantangan geografisnya, Kertagena Laok dikenal sebagai sentra alpukat unggulan dan penghasil tembakau Madura berkualitas tinggi yang menggerakkan ekonomi lokal.

Kendati krusial bagi warga dan potensi pertaniannya, proyek ini diwarnai dinamika politik saat penyerahan bantuan yang dilengkapi plakat atas nama legislator Hj Ansari, S.Pd.I, yang diwakili oleh Tenaga Ahli Dapil Muhammad Shodiq. Kepala Desa pun menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
Respons warga dan pemerintah desa kerap bernuansa apresiasi personal, meski proyek ini dibiayai oleh APBN melalui mekanisme Dana Aspirasi atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir). Praktik credit claiming ini berpotensi mengaburkan esensi kewajiban negara atas hak dasar warga. Terlepas dari dinamika politik tersebut, kehadiran air bersih tetap menjadi urgensi utama bagi warga agar terbebas dari beban pembelian air di musim kemarau.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.