Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Agu 2026 14:15 WIB ·

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi


					Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi Perbesar

Pamekasan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Rasa aman kini sedikit menghampiri warga Dusun Talandung II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Sejak bertahun-tahun lalu, setiap kali musim kemarau datang memapar perbukitan kapur di wilayah mereka, warga terpaksa harus membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan harian.

“Seingat saya sejak 2018 warga di dusun sini terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Arista, salah seorang warga setempat yang merasakan langsung peliknya krisis air menahun tersebut.

Namun, situasi ini diproyeksikan mulai berubah seiring dimulainya pengeboran sumur sedalam 88 meter di dusun tersebut. Proyek air bersih ini direncanakan mengalirkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui sistem pipanisasi.

Kepala Desa Abd Qodir menyatakan bahwa sumur bor ini diharapkan mampu menopang kebutuhan sekitar 50 kepala keluarga untuk MCK dan berpotensi mendukung sektor pertanian jika debit air memadai. Di tengah tantangan geografisnya, Kertagena Laok dikenal sebagai sentra alpukat unggulan dan penghasil tembakau Madura berkualitas tinggi yang menggerakkan ekonomi lokal.

Kendati krusial bagi warga dan potensi pertaniannya, proyek ini diwarnai dinamika politik saat penyerahan bantuan yang dilengkapi plakat atas nama legislator Hj Ansari, S.Pd.I, yang diwakili oleh Tenaga Ahli Dapil Muhammad Shodiq. Kepala Desa pun menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.

Respons warga dan pemerintah desa kerap bernuansa apresiasi personal, meski proyek ini dibiayai oleh APBN melalui mekanisme Dana Aspirasi atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir). Praktik credit claiming ini berpotensi mengaburkan esensi kewajiban negara atas hak dasar warga. Terlepas dari dinamika politik tersebut, kehadiran air bersih tetap menjadi urgensi utama bagi warga agar terbebas dari beban pembelian air di musim kemarau.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Trending di KABAR DESA