Oganb Komering Ulu, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] –
Panasnya tensi politik ternyata tidak hanya milik kota besar. Di pedalaman Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Ogan Komering Ulu (OKU), tiga desa baru saja menyelesaikan drama perebutan kursi parlemen tingkat desa (BPD) yang menguras emosi warga hingga menjelang pukul 22.00 WIB.
Namun, dari ketiga wilayah tersebut, dinamika politik di Desa Penyandingan adalah yang paling mencuri perhatian.
Berbeda dengan desa tetangganya, Penyandingan sengaja memetakan pertarungan ini ke dalam empat Daerah Pemilihan (Dapil) yang terpisah, ditambah satu jalur khusus untuk keterwakilan perempuan.
Strategi pembagian wilayah ini otomatis mengubah peta persaingan menjadi laga hidup-mati antardusun.
Setiap wilayah memiliki jagoannya masing-masing, memicu adu gengsi yang sangat kuat di akar rumput. Tidak heran jika proses penghitungan suara di balai desa berjalan sangat alot.
Rekapitulasi suara dari satu dusun ke dusun lainnya diwarnai aksi saling kejar angka, membuat ratusan pasang mata pemilih setianya enggan beranjak dari kursi penonton meski malam kian larut.
Di samping ketatnya blokade suara antardusun, panggung politik Desa Penyandingan juga menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan. Kursi khusus srikandi desa ini menjadi magnet tersendiri, membuktikan bahwa kaum perempuan di Sosoh Buay Rayap kini memegang peranan krusial sebagai penentu kebijakan desa, bukan lagi sekadar pelengkap kuorum.
Alotnya perumusan hasil rekapitulasi di empat dapil dan jalur perempuan ini memaksa rapat pleno molor hingga pukul 21.55 WIB. Di balik ketegangan ruang sidang, personel Polsek Sosoh Buay Rayap di bawah pimpinan AKP Sunadir tampak bersiaga penuh di area luar. Mereka menjadi pembatas senyap, memastikan bahwa luapan kekecewaan pendukung yang kalah tidak sampai memicu gesekan fisik di tengah gelapnya jalanan perkebunan pasca-pleno ditutup.
Ketika ketuk palu akhirnya berbunyi, ketegangan antar-dapil itu langsung mencair. Lewat pertarungan panjang yang melelahkan hingga larut malam, masyarakat Desa Penyandingan, bersama Negeri Sindang dan Lubuk Baru, berhasil membuktikan bahwa kompetisi politik yang sehat di tingkat desa bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan jabat tangan damai.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.