Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 18 Mei 2026 20:11 WIB ·

Cuan Berputar dari Kandang Komunal Desa Sumber Rejeki


					Anggota kelompok bina Desa Sumber Rejeki Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan bersama perwakilan PT Adaro Indoensia, YABN dan aparat desa. (HO-Yabn) Perbesar

Anggota kelompok bina Desa Sumber Rejeki Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan bersama perwakilan PT Adaro Indoensia, YABN dan aparat desa. (HO-Yabn)

Balangan, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Jelang Hari Raya Kurban pada 27 Mei 2026, kesibukan di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, meningkat tajam. Sebanyak 36 ekor sapi dari total 44 ekor hasil penggemukan di desa ini sudah ludes dipesan pembeli dari Balangan hingga Tabalong. Dengan harga per ekor mencapai Rp15 juta hingga Rp25 juta, peternak setempat kini memanen buah manis dari konsistensi panjang sejak sembilan tahun lalu.

Keberhasilan ini berakar dari program bina desa PT Adaro Indonesia melalui dana CSR yang dimulai sejak 2017. Bermula dari modal mini berupa empat ekor sapi jantan, kelompok bina desa setempat menerapkan sistem bagi hasil yang ketat: 70 persen keuntungan untuk peternak (penggaduh) dan 30 persen dikembalikan sebagai modal bergulir kelompok.

Hasilnya mencengangkan. Lewat sistem modal berputar tersebut, akumulasi laba bersih yang terkumpul sejak 2017 hingga 2025 menembus angka Rp300 juta. Melalui keputusan tertinggi dalam Musyawarah Desa (Musdes), uang tunai tersebut dikonversi menjadi manfaat nyata yang langsung menyentuh dapur warga. Sebanyak 625 kepala keluarga di Desa Sumber Rejeki mendapatkan paket sembako senilai Rp100 ribu per paket untuk kebutuhan Idul Fitri 2026 yang lalu.

Bukan hanya urusan isi perut, perputaran uang dari moncer-nya bisnis sapi ini juga berhasil menambah aset desa berupa satu unit mobil pick-up seharga Rp70 juta, yang disubsidi melalui Dana Desa sebesar Rp30 juta.

“Kita alokasikan dana untuk pemberdayaan warga sebesar 40 persen dan dibagikan ke lingkungan RT untuk dikelola warga pada bulan ini,” ujar Kuwat, Kepala Desa Sumber Rejeki yang menjabat sejak 2023.

Lompatan produktivitas peternak di desa ini terjadi pasca-pembangunan infrastruktur kandang komunal dari CSR Adaro pada tahun 2022. Pola kandang ganda dengan posisi sapi saling berhadapan dan dipisahkan lorong di bagian tengah mengubah cara kerja peternak menjadi jauh lebih taktis.

Supian Atsauri, salah satu peternak setempat, mengakui efisiensi sistem terpusat ini. Dibantu oleh tiga pekerja, ia kini jauh lebih mudah mendistribusikan pakan dan air minum, serta memantau kondisi kesehatan hewan secara berkala. Kesulitan pakan hijau yang biasa menghantui peternak tradisional juga tidak berlaku di sini. Menurut Ahmad Muzaqi, pendamping lapang dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Balangan, pasokan rumput segar di Desa Sumber Rejeki sangat melimpah.

“Kebutuhan pakan berupa rumput mencapai satu pick-up untuk tiga hari, dan kita tambah dengan pakan alternatif berupa sagu serta dedak,” urai Muzaqi.

Di sisi lain, ketahanan bisnis ternak di desa ini diperkuat oleh program penguatan kapasitas (capacity building) dari perusahaan pendamping. Staf CSR Program Bina Desa PT Adaro Indonesia, Raisa Kusuma Dewi, memaparkan bahwa para peternak dibekali keahlian hilirisasi dan teknologi pertanian tepat guna. Mereka kini mampu mengelola demplot hijauan pakan, menerapkan teknologi silase (pengawetan pakan), memproduksi pupuk organik padat dan cair (POC), hingga memanfaatkan Fly Ash sebagai sumber mineral esensial ternak.

Ke depan, kelembagaan desa akan diperkuat melalui pembentukan model integrasi antara BUMDes, Gapoktan, dan jaringan peternak. Fokus kerja tahun ini adalah memaksimalkan potensi kandang komunal melalui pengolahan kotoran hewan menjadi komoditas bernilai jual, serta memperluas pasar. Terlebih, geliat peternakan di Desa Sumber Rejeki kini sudah mulai merambah pada pengembangan komoditas lain seperti kambing dan kelinci.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di KABAR DESA