Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KOPERASI DESA · 19 Mei 2026 19:22 WIB ·

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’


					Ketua KKMP Lodoyong, Tri Sasmiyarti Perbesar

Ketua KKMP Lodoyong, Tri Sasmiyarti

Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketokohan figur pemimpin menjadi kunci utama di balik kesuksesan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lodoyong, Ambarawa. Koperasi yang sukses meraup omset hingga Rp90 juta per bulan ini menegaskan bahwa tanpa pengelolaan manajemen yang profesional dan figur pengurus yang bersih, mustahil sebuah lembaga keuangan mikro di tingkat kelurahan bisa dipercaya oleh masyarakat.

Koperasi ini dikelola secara kolektif oleh lima orang pengurus terpilih hasil musyawarah khusus kelurahan Lodoyong. Struktur organisasi ini dipimpin oleh Tri Sasmiyarti sebagai ketua, Gunawan sebagai bendahara, Rintis sebagai sekretaris, Sarmin sebagai wakil ketua bidang usaha, serta Bagus sebagai wakil ketua bidang keanggotaan.

Integritas Pemimpin sebagai Modal Kepercayaan
Ketua KKMP Lodoyong, Tri Sasmiyarti, merupakan seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dengan rekam jejak sebagai mantan Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang yang purna tugas pada tahun 2020. Latar belakangnya sebagai tokoh masyarakat yang aktif di dunia pendidikan, partai politik, dan ormas menjadi modal sosial penting dalam mengedukasi warga yang awalnya skeptis dan tidak percaya pada keberadaan koperasi baru.

Memilih figur pengurus yang memiliki rekam jejak bersih (ceto) di tengah masyarakat adalah syarat mutlak bagi keberlanjutan koperasi desa atau kelurahan. Jika pengurus yang dipilih memiliki reputasi yang buruk atau bermasalah, maka masyarakat tidak akan pernah berani menitipkan uang mereka untuk dikelola sebagai modal usaha bersama.

Mentalitas Pengurus yang Siap Bekerja Keras
Keterbatasan anggaran di awal berdiri membuat KKMP Lodoyong belum mampu membiayai atau menggaji pegawai profesional secara khusus. Kondisi ini menuntut integritas tinggi dan pengorbanan dari kelima pengurus inti untuk turun tangan langsung mengelola operasional harian bisnis secara mandiri.

Semua pengurus ikut membagi tugas, mulai dari melakukan eksperimen kualitas beras lokal, mengurus administrasi harian yang terbuka, hingga ikut serta melakukan proses kulakan dan mengantar barang pesanan secara gratis kepada agen-agen di tingkat RT dan RW. Pengorbanan dan transparansi kerja para pengurus inilah yang akhirnya mengundang pengakuan dari dinas tingkat provinsi hingga memicu lonjakan kepercayaan warga untuk menginvestasikan modalnya di koperasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membangun Ekonomi dari Sela Gang Sempit Kelurahan Lodoyong

8 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Proyek Gerai KDMP Loofoun Telantar, Anggaran Macet Total

7 Juli 2026 - 19:29 WIB

KDKMP Sumbar Jadi Motor Ekonomi Desa Menuju Indonesia Emas

7 Juni 2026 - 15:58 WIB

Koperasi Merah Putih Sumbar: Pilar Ekonomi Desa Mandiri

7 Juni 2026 - 11:02 WIB

Motor Roda Tiga Dongkrak Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Trending di KOPERASI DESA