Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketokohan figur pemimpin menjadi kunci utama di balik kesuksesan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lodoyong, Ambarawa. Koperasi yang sukses meraup omset hingga Rp90 juta per bulan ini menegaskan bahwa tanpa pengelolaan manajemen yang profesional dan figur pengurus yang bersih, mustahil sebuah lembaga keuangan mikro di tingkat kelurahan bisa dipercaya oleh masyarakat.
Koperasi ini dikelola secara kolektif oleh lima orang pengurus terpilih hasil musyawarah khusus kelurahan Lodoyong. Struktur organisasi ini dipimpin oleh Tri Sasmiyarti sebagai ketua, Gunawan sebagai bendahara, Rintis sebagai sekretaris, Sarmin sebagai wakil ketua bidang usaha, serta Bagus sebagai wakil ketua bidang keanggotaan.
Integritas Pemimpin sebagai Modal Kepercayaan
Ketua KKMP Lodoyong, Tri Sasmiyarti, merupakan seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dengan rekam jejak sebagai mantan Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang yang purna tugas pada tahun 2020. Latar belakangnya sebagai tokoh masyarakat yang aktif di dunia pendidikan, partai politik, dan ormas menjadi modal sosial penting dalam mengedukasi warga yang awalnya skeptis dan tidak percaya pada keberadaan koperasi baru.
Memilih figur pengurus yang memiliki rekam jejak bersih (ceto) di tengah masyarakat adalah syarat mutlak bagi keberlanjutan koperasi desa atau kelurahan. Jika pengurus yang dipilih memiliki reputasi yang buruk atau bermasalah, maka masyarakat tidak akan pernah berani menitipkan uang mereka untuk dikelola sebagai modal usaha bersama.
Mentalitas Pengurus yang Siap Bekerja Keras
Keterbatasan anggaran di awal berdiri membuat KKMP Lodoyong belum mampu membiayai atau menggaji pegawai profesional secara khusus. Kondisi ini menuntut integritas tinggi dan pengorbanan dari kelima pengurus inti untuk turun tangan langsung mengelola operasional harian bisnis secara mandiri.
Semua pengurus ikut membagi tugas, mulai dari melakukan eksperimen kualitas beras lokal, mengurus administrasi harian yang terbuka, hingga ikut serta melakukan proses kulakan dan mengantar barang pesanan secara gratis kepada agen-agen di tingkat RT dan RW. Pengorbanan dan transparansi kerja para pengurus inilah yang akhirnya mengundang pengakuan dari dinas tingkat provinsi hingga memicu lonjakan kepercayaan warga untuk menginvestasikan modalnya di koperasi.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.