Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 19 Mei 2026 13:52 WIB ·

Intip Strategi Desa Singa Kunci Anggaran Stunting Tahun 2027!


					Intip Strategi Desa Singa Kunci Anggaran Stunting Tahun 2027! Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Pembangunan desa sering kali terjebak pada proyek fisik yang kasat mata seperti jalanan aspal atau rabat beton. Namun, Pemerintah Desa Singa di Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, memilih langkah berbeda. Mereka mencuri start dengan mengunci pos anggaran kesehatan untuk tahun 2027 melalui forum Rembuk Stunting yang diintegrasikan ke dalam tahapan Pra Musrenbang Desa.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kecamatan Herlang saat ini memegang predikat sebagai wilayah dengan angka stunting terendah di Kabupaten Bulukumba. Agar prestasi ini tidak melorot, akurasi data menjadi harga mati sebelum ketukan palu APBDesa 2027 dilakukan. Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Herlang menegaskan bahwa validasi data antara pemerintah desa, kader posyandu, dan Puskesmas wajib selaras agar intervensi gizi tidak salah sasaran.

Akar Masalah Gizi di Desa Singa (Data Periode April 2025–April 2026):

  • Balita Terdata Stunting: 2 anak (dari total 138 anak usia 0–59 bulan).
  • Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK): 3 orang (dari total 34 ibu hamil).
  • Remaja Putri Anemia: 20 orang (11 anemia ringan, 9 anemia sedang, dari total 248 remaja).
  • Ibu Nifas & Risiko Tinggi: Terdata 26 ibu nifas, dan nihil kasus ibu hamil risiko tinggi.

Forum tersebut membedah bahwa ancaman stunting di Desa Singa dipicu oleh dua faktor utama. Secara langsung, masalah bersumber dari adanya balita stunting, bumil KEK, anemia remaja, serta rendahnya kehadiran warga di posyandu. Sementara faktor tidak langsungnya adalah minimnya pemahaman pola asuh, keterbatasan sarana posyandu, dan lemahnya koordinasi lintas sektor.

Menjawab tantangan itu, bidang gizi Puskesmas Herlang menyodorkan solusi berbasis pangan lokal. Salah satu senapan utamanya adalah optimalisasi konsumsi daun kelor. Tanaman yang mudah tumbuh di pekarangan rumah warga ini dinilai menjadi sumber nutrisi murah namun masif untuk mendongkrak status gizi ibu hamil, balita, dan remaja putri di desa.

Dalam rembuk yang juga diwarnai konsolidasi data oleh Sekretaris Desa ini, disepakati bahwa seluruh usulan penanganan kesehatan akan dikawal ketat masuk ke dokumen perencanaan desa. Melalui integrasi sejak dini, Pemerintah Desa Singa memastikan generasi tahun 2027 tumbuh menjadi SDM yang sehat, cerdas, dan bersih dari stunting.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Sayur Tanpa Sawah: Ironi Pangan Lereng Slamet

18 Mei 2026 - 21:50 WIB

Move On! Poktan Simpang Rumput Regenerasi Pengurus Baru

18 Mei 2026 - 20:39 WIB

Kantor Baru Cikampek Kota: Lepas dari Lahan KAI

18 Mei 2026 - 20:34 WIB

Cuan Berputar dari Kandang Komunal Desa Sumber Rejeki

18 Mei 2026 - 20:11 WIB

Mengguncang Lereng Merbabu: Domba 1.800 Mdpl Pemutus Urat Tengkulak

18 Mei 2026 - 18:18 WIB

Tiga Desa Tabalong Penjaga Pasokan Pangan Nasional

18 Mei 2026 - 16:17 WIB

Trending di DESA