Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Langkah nyata pemberdayaan masyarakat Malaka kini menjadi fokus utama Jen Natalia Suryanto, yang memilih bergerak di jalur kemanusiaan daripada sekadar memikirkan panggung politik praktis.
Komitmen tersebut ditegaskannya secara langsung di hadapan para pengurus DPC dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Malaka pada Kamis (21/5/2026). Di tengah dinamika wilayah perbatasan, kehadiran figur yang peduli pada penguatan warga akar rumput menjadi angin segar bagi agenda pembangunan daerah.
“Buat apa kita bantu di Jakarta, yang notabene orang-orang kelas menengah ke atas. Kita di NTT karena peduli untuk bantu yang lemah dan tidak berdaya,” ujar Jen.
Sudut pandang ini tergolong kontras di tengah lanskap politik yang kerap terjebak pada bagi-bagi logistik instan. Latar belakangnya sebagai pengusaha sekaligus misionaris membuat pendekatan sosial yang dibawanya lebih menekankan pada keberlanjutan ekonomi kemandirian warga, bukan ketergantungan jangka pendek.

Dalam kesempatan tersebut, Jen juga mengklarifikasi dinamika personal yang sempat berkembang. Ia mematahkan anggapan keliru sebagian pihak yang menyebutnya sebagai “orang luar” saat momentum Pilkada lalu.
Nusa Tenggara Timur faktanya bukan ruang baru baginya. Setelah menghabiskan waktu selama 20 tahun di luar negeri untuk misi gereja dan diaspora hingga sempat bergerak di Papua, ia telah resmi menetap di NTT sejak tahun 2015.
“Saya datang bukan karena mau caleg baru bantu orang, bukan juga mau dipilih orang lalu bagi-bagi uang supaya dikenal,” pungkasnya.
Model pergerakan yang berakar pada rekam jejak sosial jangka panjang seperti ini diharapkan mampu memberi dampak riil bagi pengentasan ketertinggalan di desa-desa pinggiran Malaka.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.