Sorong, Papua Barat Daya [DESA MERDEKA] – Pemuda di Provinsi ke-38 Indonesia, Papua Barat Daya, sedang berada di persimpangan jalan. Pembentukan Panitia Pelaksana Rapimpurda dan Musda I KNPI pada 23 April 2026 bukan sekadar urusan bagi-bagi kursi organisasi, melainkan langkah krusial untuk menentukan apakah pemuda hanya akan menjadi penonton atau pemain kunci dalam pembangunan provinsi baru ini.
Di bawah komando Jonias Titus Ohoiner sebagai Ketua Organizing Committee (OC), mesin organisasi kini bergerak maraton melakukan verifikasi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) hingga ke tingkat Kabupaten/Kota. Upaya ini menjadi pertaruhan besar untuk menyatukan visi pemuda Papua Barat Daya agar memiliki legitimasi kuat dalam mengawal kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan di tingkat kampung.
Berhenti Jadi Sekadar Aksesori Pemerintah
“Lahirnya KNPI di Papua Barat Daya merupakan upaya konsolidasi besar-besaran untuk memastikan pemuda menjadi mitra strategis,” tegas Jonias. Pernyataan ini menjadi sinyal provokatif bagi birokrasi: pemuda menuntut peran nyata, bukan sekadar pelengkap seremoni. Musda I ini akan menguji kriteria bakal calon ketua yang mampu menerjemahkan semangat inklusivitas ke dalam program kerja nyata yang menyentuh akar rumput.
Agenda Besar di Balik Rapimpurda
Pelaksanaan kegiatan akan dibagi menjadi dua tahap krusial. Rapimpurda akan menetapkan tata tertib dan tema besar perjuangan pemuda, sementara Musda I menjadi panggung adu visi bagi para calon ketua. Keterlibatan kelompok Cipayung, organisasi agama, hingga kelompok kedaerahan diharapkan mampu memecah sekat-sekat yang selama ini menghambat persatuan pemuda di wilayah Papua.
Dengan rencana kehadiran Wakil Ketua DPR RI, H. Sufmi Dasco Ahmad, momentum ini diharapkan menjadi daya tawar politik yang kuat bagi pemuda Papua Barat Daya. Jika Musda I ini sukses, maka provinsi baru ini akan memiliki motor penggerak pembangunan yang sah secara konstitusional untuk mengawal nasib ribuan pemuda dari kota hingga pedalaman Papua.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.