Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 24 Mei 2026 19:33 WIB ·

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar


					Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Membangun nagari di Sumatera Barat kini tidak lagi hanya bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Langkah segar diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan resmi memasukkan kekuatan kolektif kaum perantau ke dalam dokumen hukum Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) 2025–2029. Strategi out of the box ini mengonversi ikatan emosional budaya menjadi mesin penggerak pembangunan desa yang legal dan terukur.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kolaborasi antara ranah dan rantau bukan sekadar imbauan moral formalitas. Nilai gotong royong ini menjadi pendekatan pembangunan yang terpadu, holistik, dan integratif demi mengatasi berbagai ketimpangan di tingkat pedesaan.

“RPJMD Sumbar menegaskan pentingnya mendayagunakan nilai gotong royong dan kerja sama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik di ranah maupun di rantau,” ujar Mahyeldi pada Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

Langkah memasukkan jejaring diaspora dalam rencana strategis daerah ini menjadi jawaban atas keterbatasan ruang fiskal daerah. Mahyeldi secara blak-blakan memaparkan tantangan nyata di lapangan: daya saing SDM yang belum optimal, rapuhnya ketahanan pangan, lambatnya pertumbuhan ekonomi, serta minimnya infrastruktur dasar di pedalaman. Melalui sinergi diaspora membangun nagari, kapasitas intelektual, pengalaman global, dan modal finansial para perantau sengaja ditargetkan untuk langsung mengintervensi masalah-masalah mendasar tersebut.

Arah baru pembangunan berbasis komunitas ini mendapat dukungan tebal dari tokoh nasional. Forum bertema “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang, dan Presiden MDN-G Fasli Jalal.

Selain urusan fisik desa, gerakan merangkul perantau ini juga menyasar penguatan literasi dan budaya. Acara diramaikan dengan pameran buku serta penyerahan penghargaan Pencapaian Sepanjang Hayat kepada sastrawan Taufiq Ismail, yang diinisiasi sebagai langkah awal mendorong pengakuan internasional Nobel Prize bidang sastra. Penghargaan juga diberikan kepada tokoh penulis buku adat Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin, serta para filantropi pendukung pembangunan sosial-keagamaan seperti Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat, dan Yendra Fahmi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mengalirkan Ekonomi Syariah dari Nagari ke Era Digital

24 Mei 2026 - 13:24 WIB

Solusi Permanen Banjir Kota Padang Pasca Dam Jebol

23 Mei 2026 - 21:29 WIB

Siaga Karhutla Sumatera Barat: Pasia Laweh Jadi Benteng Pencegahan

22 Mei 2026 - 08:03 WIB

Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam

21 Mei 2026 - 21:11 WIB

Trending di PEMDA