Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 6 Agu 2026 21:07 WIB ·

Menjinakkan Batang Guo: Gerak Cepat di Zona Merah Kuranji


					Menjinakkan Batang Guo: Gerak Cepat di Zona Merah Kuranji Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Air bah itu datang tanpa permisi. Hanya butuh waktu 30 menit hujan lebat di kawasan hulu, Sungai Batang Guo langsung menjelma menjadi arus liar yang mengerikan. Pada Senin (3/8/2026) siang, benteng pertahanan tanah itu menyerah; tanggul sungai jebol dihantam debit air yang luar biasa, mengisolasi pemukiman, dan menjebak belasan nyawa di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Namun, di balik pekatnya lumpur sisa bencana hidrometeorologi ini, secercah harapan langsung hadir. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang menunjukkan kelasnya dalam manajemen krisis. Respons cepat birokrasi yang biasanya dinilai lamban, kali ini berbalik menjadi kepedulian nyata yang menyentuh langsung dapur warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (5/8/2026), raungan mesin dari tiga unit alat berat memecah keheningan Kuranji. Ekskavator-ekskavator itu bekerja tanpa lelah mengeruk tumpukan material sedimen, mengembalikan aliran sungai ke jalur aslinya, dan merajut kembali tanggul yang koyak. Jalur transportasi yang sebelumnya mati total akibat genangan air kini berangsur pulih dan mulai bisa dilalui roda kendaraan.

Taruhan Nyawa di Titik Nadir
Bagi masyarakat RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, bencana ini adalah hantaman ketiga yang mereka rasakan. Kawasan ini merupakan titik rawan yang secara hidrologi berada di garis depan lintasan air hulu. Ketika tanggul jebol, riak air berubah menjadi kepungan arus deras setinggi dada yang menyandera 17 warga di dalam rumah mereka sendiri.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Penanganan Tim SAR sangat cepat sehingga seluruh warga yang terjebak bisa diselamatkan,” ujar Ketua RT 02, Ardi Nansyah Putra Antoni dengan nada lega.

Sinergi taktis antara tim evakuasi di lapangan dan kebijakan struktural dari atas menjadi kunci utama selamatnya belasan nyawa tersebut. Ardi tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas kehadiran negara di saat warganya berada di titik nadir.

“Kami memuji langkah cepat Gubernur dan jajaran yang telah menerjunkan alat berat ke lokasi kami. Baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota bergerak cepat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Mahyeldi Ansharullah serta Bapak Wali Kota Padang Fadly Amran atas perhatiannya,” tutur Ardi.

Mengikis Trauma di Pinggir Sungai
Rasa takut yang mendalam juga sempat menggelayuti benak Neli (48). Sebagai ibu rumah tangga, menyaksikan air sungai meluap hingga memutus akses jalan adalah teror psikologis yang nyata bagi keselamatan anak-anaknya. Kini, melihat bibir sungai mulai ditutup kembali oleh material batu dan tanah dari alat berat, bebannya perlahan terangkat.

“Kami sangat terbantu. Kemarin banjirnya sangat besar, kami benar-benar takut. Sekarang alat berat sudah menutup kembali bibir sungai dan jalan mulai bisa dilalui,” aku Neli penuh haru.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang turun langsung ke episentrum bencana sejak awal, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur hidrologi pascabencana tidak boleh ditunda. Instruksi pengerahan alat berat dilakukan seketika demi memitigasi risiko adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Padang.

Langkah darurat ini menjadi bukti nyata bahwa mitigasi bencana yang efektif lahir dari koordinasi yang kokoh antara Pemprov Sumbar dan Pemko Padang. Meski wilayah Kuranji sudah masuk dalam peta zona merah bencana, penanganan cepat terhadap struktur Sungai Batang Guo setidaknya memberikan ruang aman bagi warga untuk bernapas lega kembali, sembari tetap waspada memantau langit hulu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di KABAR