Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 9 Sep 2025 09:56 WIB ·

Prioritas Anggaran 2026, Kemendes Tekankan Tiga Program Ini


					Prioritas Anggaran 2026, Kemendes Tekankan Tiga Program Ini Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk tiga program prioritas utama. Program-program ini mencakup pendampingan desa, penanggulangan stunting, serta Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad).

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, merincikan alokasi anggaran tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin.

“Program pendampingan desa menargetkan 35.000 pendamping dengan alokasi anggaran Rp1,68 triliun,” terang pria yang akrab disapa Ariza itu.

Selain itu, anggaran untuk penanganan stunting dialokasikan sebesar Rp17,86 miliar, dengan target menyasar 10.000 desa. Sementara itu, program Tekad memperoleh alokasi Rp196,26 miliar untuk menjangkau 1.110 kelompok masyarakat.

Sebagai salah satu program prioritas nasional, Tekad bertujuan untuk memperkuat perekonomian desa, menciptakan, dan memperluas kesempatan ekonomi secara inklusif di wilayah Indonesia Timur. Program ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola desa dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan dukungan teknologi yang tepat guna.

Dalam kesempatan yang sama, Wamendes Ariza juga menjelaskan mengenai total pagu anggaran Kemendes PDT pada 2026. Menurut Nota Keuangan 2026, total pagu anggaran Kemendes PDT mencapai Rp2.504.226.052.000, setelah sebelumnya pada Juli 2025 mendapat pagu indikatif Rp1.591.750.630.000.

“Kemendes PDT mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp912.475.422.000,” ujar Ariza. Tambahan anggaran tersebut digunakan untuk belanja gaji sebesar Rp101,79 miliar, belanja operasional perkantoran Rp54,04 miliar, dan alokasi terbesar untuk belanja pendamping desa sebesar Rp756,63 miliar.

Secara keseluruhan, alokasi anggaran ini menunjukkan fokus Kemendes PDT dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa secara menyeluruh. Dengan tiga program prioritas tersebut, diharapkan terjadi percepatan dalam mengatasi berbagai persoalan di desa, mulai dari peningkatan ekonomi hingga kesehatan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 1,162 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM