Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di Sumatra Barat, wajah ekonomi desa sedang mengalami transformasi besar. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini tampil sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari akar rumput. Berdasarkan data terbaru dari Project Management Officer (PMO) KDKMP Sumbar, sebanyak 1.188 dari 1.265 koperasi telah sukses menuntaskan legalitas hukum dan administrasi. Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata implementasi 8 Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meratakan ekonomi hingga ke pelosok nagari menuju Indonesia Emas 2045.
Sumatra Barat, yang secara geografis membentang dari pesisir pantai hingga pegunungan Bukit Barisan, kini mulai merasakan dampak operasional koperasi ini. Saat ini, 208 unit KDKMP telah menjalankan gerai usaha aktif dengan sektor yang sangat variatif, mulai dari klinik kesehatan, apotek, logistik, hingga perhubungan. Bahkan, sektor perikanan budidaya kini menjadi bidikan baru. Sebanyak 218 KDKMP telah mengajukan proposal untuk program bioflok ikan, memanfaatkan kuota 1.000 unit yang disediakan Pemerintah Provinsi Sumbar.
Antusiasme warga pun luar biasa. Dari 4,2 juta penduduk wajib KTP di wilayah ini, lebih dari 51 ribu orang telah resmi terdaftar sebagai anggota aktif koperasi. Meski demikian, Riko Andrian Putra selaku pimpinan PMO KDKMP Sumbar tetap kritis terhadap tantangan di lapangan. Uji sampling terhadap 183 koperasi lama menemukan 80 unit tidak aktif yang memerlukan intervensi serius. “Kami merekomendasikan pembinaan tata kelola dan pendampingan maksimal dari dinas terkait,” tegas Riko.
Kehadiran KDKMP bukan hanya soal mendirikan bangunan fisik, tetapi tentang menciptakan kemandirian ekonomi desa. Dengan 885 koperasi yang sedang dalam proses verifikasi lahan usaha, optimisme untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat semakin terbuka lebar. Melalui sinergi antara legalitas yang kuat, ekspansi usaha berbasis potensi lokal, dan pendampingan berkelanjutan, KDKMP diproyeksikan menjadi pilar utama yang memastikan setiap jengkal tanah di Sumatra Barat memberikan manfaat ekonomi bagi warganya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.