Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat baru saja mencatatkan prestasi membanggakan di level nasional. Provinsi ini sukses menempati posisi empat besar dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sekaligus mencatat rekor sebagai daerah dengan penyelesaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat kedua di Indonesia. Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pendamping lapangan, dan masyarakat desa dalam membangun pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh.
Secara geografis, Sumatera Barat memiliki karakteristik nagari yang tersebar di berbagai medan, mulai dari dataran tinggi hingga pesisir pantai. Keberhasilan program KDMP ini menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi koperasi bisa tumbuh subur di pelosok desa jika dikelola dengan pendampingan yang intensif. Hingga saat ini, sebanyak 888 lokasi gerai KDMP telah terverifikasi, dengan 274 gerai di antaranya siap beroperasi dalam waktu dekat. Ini adalah langkah nyata dalam menghidupkan pusat ekonomi produktif langsung di jantung desa dan kelurahan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa keberhasilan ini hanyalah langkah awal. “Koperasi yang sudah terbentuk harus terus didampingi. Tujuannya bukan sekadar berdiri secara administrasi, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang produktif,” ujarnya dalam pelepasan tim pendamping di Padang, Sabtu (6/6/2026). Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar koperasi tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan warga.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, menambahkan bahwa kesuksesan ini lahir dari kerja keras 40 Project Management Officer (PMO) dan 125 Business Assistant yang terjun langsung mendampingi pengurus koperasi di berbagai kabupaten dan kota. Dedikasi mereka telah mengubah tantangan administratif menjadi prestasi. “Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi solid seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Bagi warga desa, kehadiran KDMP bukan sekadar unit bisnis baru, melainkan harapan baru untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan sistem yang sehat, profesional, dan akuntabel, koperasi kini bertransformasi menjadi soko guru yang mampu menjawab kebutuhan warga. Di Sumatera Barat, ekonomi desa bukan lagi sekadar impian, melainkan gerakan nyata yang sedang dipacu untuk terus berkembang demi kemajuan bangsa dari tingkat nagari.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.