Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Hambatan logistik dan sengketa lahan yang kerap mencekik urat nadi ekonomi pedesaan, kini mulai diurai lewat pendekatan tak biasa di Jawa Timur. Alih-alih membiarkan unit usaha desa berjalan tertatih-tatih tanpa armada, Pemerintah Kabupaten Tulungagung memilih langsung menerjunkan puluhan kendaraan operasional roda tiga agar perputaran barang di tingkat akar rumput bisa langsung tancap gas. Langkah taktis ini menandai babak baru percepatan operasional jaringan Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung yang tersebar masif di ratusan desa dan kelurahan.
Bertempat di Halaman Kantor Pemkab Tulungagung pada Selasa, 26 Mei 2026, penyerahan secara simbolis logistik transportasi ini dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM., MM. Sinergi ini memperlihatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, dengan kehadiran Komandan KODIM 0807, Pj. Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, hingga jajaran Danramil serta Babinsa selaku pengawal program di lapangan.
Hingga 25 Mei 2026, tercatat secara legal formal telah terbentuk 271 Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung. Menariknya, dari ratusan unit tersebut, sebanyak 108 titik lahan kini tengah dikebut dalam proses pembangunan gerai fisik, di mana 32 gerai di antaranya telah dinyatakan rampung 100 persen dan siap melayani kebutuhan warga.
“Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bukan hanya sekadar membangun gedung, namun membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan,” tegas Ahmad Baharudin di hadapan para kepala desa.
Pemkab Tulungagung bersama Satgas KDKMP dan KODIM 0807 juga terbukti responsif dalam melibas sumbatan birokrasi di lapangan. Ketika proyek terbentur persoalan lahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga wilayah Perhutani, koordinasi intensif langsung dijalin bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur untuk menyiapkan alternatif lahan aset pemerintah daerah.
Sebagai suntikan energi operasional, sebanyak 82 unit kendaraan roda tiga didistribusikan kepada 41 desa. Prioritas utama armada ini diarahkan bagi koperasi desa yang pembangunannya telah tuntas 100 persen di 32 titik perdana, guna menjamin pasokan logistik berjalan tanpa jeda sejak hari pertama dibuka.
Kemudahan mobilitas barang ini memicu optimisme tinggi dari para aparatur desa. Suyono, perwakilan dari Desa Blimbing yang hadir menerima langsung unit kendaraan tersebut, mengakui bahwa bantuan motor roda tiga ini adalah jawaban konkret atas kebutuhan harian pengurus koperasi yang selama ini kebingungan memikirkan biaya angkut komoditas lokal.
“Armada roda tiga ini adalah jawaban atas kebutuhan operasional kami di lapangan. Kami siap merawat dan memaksimalkan kendaraan ini untuk memperlancar distribusi logistik, sehingga perputaran ekonomi di gerai desa kami bisa langsung tancap gas setelah resmi beroperasi,” ungkap Suyono optimistis.
Menutup arahannya, Ahmad Baharudin menginstruksikan agar 32 gerai yang telah siap fisik segera beroperasi aktif menggunakan tata kelola usaha koperasi yang sehat. Menghidupkan ekonomi kerakyatan di ratusan desa tidak bisa bersandar pada kerja tunggal birokrasi, melainkan butuh napas gotong royong yang panjang antara pemda, TNI, dan warga desa demi kesejahteraan bersama yang merata.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.