Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] — Koperasi Merah Putih Selayar mulai menunjukkan progres pembangunan di Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu. Pagi itu, suara besi beradu terdengar dari sudut desa. Di atas lahan yang tidak sepenuhnya rata, rangka baja berdiri perlahan—disusun satu demi satu oleh para pekerja dalam ritme yang terukur. Di wilayah yang selama ini akrab dengan keterbatasan akses, pemandangan itu menghadirkan sesuatu yang jarang terlihat: pembangunan yang bergerak pasti.
Rabu, 15 April 2026, pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih memasuki fase penting dengan berdirinya struktur utama. Inisiatif ini merupakan bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan yang didorong pemerintahan Prabowo Subianto, dengan pendekatan percepatan pembangunan di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Di Pasimarannu, persoalan ekonomi tidak hanya soal ketersediaan barang, tetapi juga tentang bagaimana barang itu sampai. Jalur distribusi yang panjang, ketergantungan pada transportasi laut, serta keterbatasan akses menjadikan desa sering berada di posisi paling akhir dalam rantai pasok.
Pendampingan Lapangan: Pekerjaan Dikejar, Kualitas Dijaga
Pembangunan gerai koperasi ini tidak berjalan tanpa pengawasan. Aparat kewilayahan turun langsung mendampingi pelaksanaan di lapangan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.

Sertu Sudirman, Babinsa Desa Sambali, mengatakan pendampingan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara percepatan dan kualitas pekerjaan.
“Kami mendampingi agar pekerjaan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya di lokasi pembangunan.

Ia menambahkan, tantangan utama di lapangan bukan hanya teknis, tetapi juga kondisi geografis yang mempengaruhi distribusi material.
“Akses ke sini tidak selalu mudah. Tapi dengan koordinasi yang baik, pekerjaan tetap bisa berjalan sesuai tahapan,” katanya.
Dalam beberapa pekan terakhir, pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah tahap pondasi diselesaikan, kini struktur rangka baja mulai berdiri, menandai kemajuan fisik yang semakin terlihat.

Menata Ulang Sistem dari Tingkat Desa
Selama ini, desa-desa kepulauan seperti Sambali lebih sering menjadi penerima dalam sistem distribusi. Barang datang dari luar, dengan waktu dan biaya yang tidak selalu bisa dikendalikan.
Kepala Desa Sambali, Basrah, menilai kehadiran koperasi menjadi langkah penting untuk mengubah posisi tersebut.
“Selama ini kita lebih banyak bergantung dari luar. Dengan adanya koperasi, desa bisa mulai mengatur kebutuhan dan perputaran ekonominya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan kebutuhan masyarakat yang lebih terstruktur.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi bagaimana desa punya kendali terhadap kebutuhannya,” kata Basrah.
Koperasi Merah Putih Selayar Bangun Kemandirian Desa
Dengan berdirinya rangka baja utama, Desa Sambali tidak hanya mencatat progres pembangunan fisik. Lebih dari itu, desa ini sedang memasuki fase penting dalam membangun kemandirian ekonomi dari dalam.

Koperasi, sebagai milik anggota, menjadi fondasi dari perubahan tersebut. Ia hadir bukan untuk menggantikan sistem lama secara instan, melainkan untuk memperkuat posisi desa di dalamnya—memberi ruang kendali yang selama ini terbatas.
Di tempat yang selama ini lebih sering menjadi titik akhir distribusi, arah baru mulai terlihat. Bahwa desa tidak harus selalu menunggu, tetapi dapat berdiri sebagai pengelola—menentukan, menyesuaikan, dan menjaga keseimbangan ekonominya sendiri.
Rangka baja itu kini berdiri di Sambali. Belum selesai, belum sempurna. Namun cukup untuk menunjukkan bahwa perubahan sedang berlangsung—pelan, nyata, dan berangkat dari kebutuhan masyarakatnya sendiri.


kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.