Buleleng, Bali [DESA MERDEKA] –Geliat ekonomi di tingkat desa tidak selalu lahir dari proyek infrastruktur besar. Di Desa Kalibukbuk, Buleleng, perputaran rupiah justru dipicu dari riuhnya sorak penonton di pinggir lapangan hijau.
Pembukaan Turnamen Mini Soccer 2026 di Lapangan Banyuwista, Dusun Celuk Buluh, menjadi bukti bagaimana agenda olahraga mampu menggerakkan sektor logistik dan pelaku UMKM lokal. Sektor perdagangan mikro di sekitar area pertandingan langsung merasakan dampak instan dari kehadiran ratusan penonton yang memadati tribun sejak hari pertama.
Pemerintah Kecamatan Buleleng menegaskan bahwa stimulus ekonomi bagi pedagang kecil merupakan salah satu target utama yang diharapkan dari kompetisi ini, selain fungsinya sebagai perajut silaturahmi antardusun.

Bukan sekadar hiburan akhir pekan, ajang yang mempertemukan 12 tim terbaik ini dirancang sebagai wadah resmi berburu talenta muda berbakat. Perwakilan KONI Kabupaten Buleleng melihat kompetisi sepak bola skala desa seperti ini sebagai fondasi penting untuk menjaring atlet potensial yang selama ini minim panggung.
Sistem grup yang adil akan membagi seluruh peserta ke dalam 4 grup, di mana masing-masing berisi 3 tim yang saling sikut demi tiket babak gugur. Kompetisi yang berjalan selama beberapa pekan ke depan ini menuntut komitmen tinggi para pemain untuk menjaga keamanan dan menjunjung tinggi fair play.
Simbolis dimulainya turnamen ditandai dengan penendangan bola bersama di tengah lapangan oleh Asisten 1 Buleleng, Wakil KONI, dan jajaran undangan. Momen tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Desa Kalibukbuk, tokoh adat, serta aparat keamanan yang mengawal jalannya acara hingga selesai.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.