Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 21 Apr 2026 12:33 WIB ·

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa


					Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa Perbesar

Gorontalo [DESA MERDEKA] Pers dilarang keras dianggap sebagai beban finansial bagi pemerintah. Sebaliknya, jurnalisme yang sehat adalah investasi tak ternilai untuk menjaga demokrasi tetap hidup, terutama dalam mengawal transparansi pembangunan hingga ke tingkat desa. Penegasan ini mengemuka dalam Pelantikan DPD Gorontalo dan Rapimnas Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) yang dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (20/4/2026).

Pemerintah menyoroti ancaman nyata informasi palsu atau hoaks yang masih menghantui ruang publik. Di tengah derasnya arus digital, kapasitas jurnalis dalam menyajikan berita akurat menjadi kunci agar masyarakat desa tidak tersesat oleh informasi yang menyesatkan. Kemendagri secara khusus mengapresiasi langkah AKPERSI dalam memperkuat kompetensi anggotanya demi menciptakan informasi yang kredibel dan terpercaya.

Kritik Bukan Musuh, Tapi Alat Perbaikan
Ketua Umum Akpersi menegaskan bahwa fungsi pers adalah melakukan kontrol sosial melalui kritik objektif. Isu mengenai pers yang dianggap “mencari-cari kesalahan” diluruskan sebagai bentuk dedikasi untuk perbaikan publik. “Pemerintah akan tetap memposisikan media bukan sebagai beban anggaran, tetapi sebagai pilar demokrasi,” tegasnya di Gedung Grand Palace Convention Center.

Dalam praktiknya di lapangan, profesionalisme menjadi harga mati. Pers tetap menjadi mitra strategis pemerintah namun wajib mandiri. Setiap temuan masalah di desa maupun kota harus melalui proses konfirmasi yang ketat. Integritas jurnalis diuji melalui keberimbangan berita; memberikan ruang bagi hak jawab adalah mekanisme yang harus dihormati demi menjaga keadilan informasi.

Menjaga Kolaborasi Demi Kedaulatan Informasi
Hadir mewakili Kemendagri, Eko Indriantanto (Pranata Humas Ahli Muda) dan Redis Orlando Suweni (Penelaah Teknis Kebijakan), menekankan pentingnya ekosistem informasi yang sehat. Koordinasi erat antara instansi pemerintah dan organisasi pers diharapkan mampu melahirkan berita yang tidak hanya mengedukasi, tapi juga menginspirasi pembangunan daerah.

Dengan jurnalisme yang kuat, setiap rupiah anggaran negara—termasuk Dana Desa—mendapatkan pengawasan yang semestinya. Pers bukan hadir untuk menjatuhkan, melainkan memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil tanpa digerogoti oleh manipulasi informasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dari Voucher Seharga 10 ribu, Yogi Berakhir di Balik Jeruji

27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Menanti Angka di Balik Tepuk Tangan: Menguliti Retorika Kolaborasi Kementerian Desa

21 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Trending di RAGAM