Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] – Pembangunan infrastruktur desa kepulauan menjadi perhatian saat Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, mengunjungi Pulau Kalaotoa, Selasa (21/4/2026). Aroma laut dan tabuhan musik tradisional manca paddang menyambut kehadirannya. Namun, di balik kemeriahan adat tersebut, tersimpan gurat kecemasan warga desa tentang jalanan yang telah lama membahayakan keselamatan warga dan malam-malam yang masih temaram tanpa listrik memadai.
Dalam dialog yang emosional namun penuh harapan, warga menumpahkan kepedihan mereka atas kondisi jalan Kawau–Latokdok yang memprihatinkan. Infrastruktur yang rusak berat ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan soal keselamatan nyawa para penduduk pulau yang setiap hari mempertaruhkan diri saat melintas.

Jalan Panjang Menuju Perbaikan
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Natsir Ali menjelaskan sebuah kenyataan pahit. Anggaran perbaikan jalan sebenarnya telah dialokasikan untuk tahun 2025, namun harus terhenti akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pusat. Sebuah kabar yang menyesakkan, namun sang Bupati tidak membiarkan asa warga mati.
“Kita akan anggarkan kembali di tahun 2027. Ini memang kebutuhan mendesak masyarakat,” tegasnya. Sembari menunggu anggaran daerah kembali pulih, pemerintah kabupaten terus mengetuk pintu Kementerian PU agar pusat turut melihat urgensi jalan di pelosok Pasilambena ini.
Sumur Bor dan Embung: Kabar Baik Tahun Ini
Jika jalan harus menunggu, air bersih justru membawa angin segar. Tahun ini, pembangunan sumur bor dan embung dipastikan akan dikerjakan untuk mengakhiri kesulitan air di wilayah kepulauan. “InsyaAllah tahun ini air bersih kita siapkan,” ujar Bupati, disambut lega oleh masyarakat.
Harapan baru juga tumbuh dari sektor pertanian. Program “Gemetar” (Gerakan Menanam Batara) telah menunjukkan bukti nyata melalui panen jagung yang memuaskan di wilayah ini. Camat Pasilambena menyampaikan bahwa kehadiran Bupati di wilayahnya menjadi harapan besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab persoalan infrastruktur jalan dan keterbatasan listrik yang selama ini menjadi keluhan utama.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur desa kepulauan yang merata di wilayah terpencil.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa di pulau terjauh sekalipun, suara warga desa adalah kompas utama pembangunan bagi pemerintah daerah.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.