Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Jun 2026 22:53 WIB ·

BLT Desa Sungai Intan: Menjangkau Warga Hingga ke Pelosok


					BLT Desa Sungai Intan: Menjangkau Warga Hingga ke Pelosok Perbesar

Indragiri Hilir, Riau [DESA MERDEKA] Di tengah gempuran target nasional untuk menghapus kemiskinan ekstrem, secercah asa lahir dari pelosok Desa Sungai Intan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pemerintah desa di sana membuktikan bahwa pembangunan tidak melulu soal beton dan proyek fisik, melainkan tentang menyentuh mereka yang paling terpinggirkan. Sebanyak 7 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari lansia, penyandang tunanetra, hingga warga lumpuh, didatangi langsung oleh perangkat desa untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Ependi, memilih cara yang tak biasa. Alih-alih menunggu warga mengantre di balai desa, tim perangkat desa turun langsung mendatangi rumah para penerima.

“Kami tidak ingin mereka yang terbatas secara fisik harus menanggung beban tambahan untuk menjangkau bantuan,” ujar Ahmad.

Setiap KPM menerima total Rp1.000.000 yang dibayarkan untuk periode lima bulan. Nominal ini menjadi penyelamat darurat di tengah anjloknya harga kelapa bulat yang menjadi urat nadi ekonomi warga Indragiri Hilir.

Secara geografis, aksesibilitas menjadi tantangan nyata. Bagi lansia atau penyandang disabilitas, biaya transportasi menuju kantor desa seringkali memakan porsi besar dari bantuan yang diterima. Dengan pola jemput bola ini, potensi “bocor” atau pemotongan dana oleh perantara bisa dihilangkan. Langkah ini juga menjadi intervensi sosial yang krusial, mengingat banyak petani kelapa di daerah tersebut kini terancam jatuh miskin akibat tekanan harga pasar yang merosot hingga Rp2.500 per kilogram.

Program yang dijalankan Desa Sungai Intan bukan sekadar pemenuhan instruksi nasional, melainkan manifestasi tata kelola pemerintahan berbasis kemanusiaan. Di tengah ketatnya birokrasi modern, kedekatan emosional antara pemimpin desa dan warganya menjadi kunci sukses. Program ini adalah bukti nyata bahwa jika negara benar-benar hadir hingga ke rumah-rumah warga, maka target kemiskinan ekstrem nol persen bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah peradaban yang dibangun di atas kepedulian.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petani Pasaman Kini Berdaya Berkat Perda Komoditas Unggulan

13 Juni 2026 - 22:39 WIB

Transparansi Informasi Publik Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

13 Juni 2026 - 15:22 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

13 Juni 2026 - 06:06 WIB

Strategi Kalteng: Kepala Desa Garda Terdepan Kartu Huma Betang

11 Juni 2026 - 22:09 WIB

20 Desa Luwu Timur Tuntaskan Ujian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

11 Juni 2026 - 21:28 WIB

Skandal Desa Loleo: Tanda Tangan Orang Mati Menuju Penjara

11 Juni 2026 - 19:24 WIB

Trending di RAGAM