Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 8 Agu 2026 01:33 WIB ·

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga


					Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Sebuah inovasi besar seringkali lahir dari pembacaan jeli terhadap realitas di lapangan. Fenomena maraknya desa-desa di Kabupaten Semarang yang mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas greenhouse melon ditangkap oleh Budi Prasetyawan bukan sekadar sebagai tren musiman. Di matanya, deretan greenhouse tersebut adalah potongan-potongan puzzle yang jika disatukan akan membentuk sebuah ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.

Langkah awal diwujudkan Budi dengan menggelar workshop pionir di Kebun Albiru, sebuah greenhouse milik perorangan bernama Mas Andi. Tidak sekadar mengajari teknis bertanam, Budi sengaja mengundang para penggerak desa untuk duduk bersama dan belajar (ben podo sinau). Dari ruang belajar bersama di Albiru inilah, sebuah cetak biru besar bernama paket eduwisata terintegrasi mulai digulirkan.

“Visi besarnya adalah membangun sinergi antardesa agar saling mendukung, bukan malah bersaing menjatuhkan,” ungkap Budi.

Budi menyusun sebuah orkestrasi rantai pasok dan wisata yang rapi. Melalui sistem kalender tanam yang terintegrasi, ia memetakan fase pertumbuhan melon di tiap wilayah agar tidak seragam. Ketika Desa A memasuki masa panen raya, Desa B mungkin baru berada di fase polinasi (perkawinan bunga), sementara Desa C baru memulai tahap pemindahan bibit dari persemaian.

Strategi rotasi fase ini menjadi magnet eduwisata yang luar biasa. Konsep ini menjamin ketersediaan objek belajar bagi para wisatawan dan pembelajar sepanjang tahun tanpa putus. Jika ada pengunjung yang datang dan ingin melihat proses perkawinan melon, mereka akan diarahkan ke Desa B. Namun, jika ingin merasakan sensasi memetik buah segar, Desa A siap menyambut mereka.

Inilah wujud nyata dari hidden value (nilai tersembunyi) yang berhasil diangkat oleh Budi. Masyarakat desa mulai disadarkan bahwa pundi-pundi rupiah tidak hanya datang saat buah melon dipotong dan ditimbang. Setiap rekam jejak budidaya memiliki nilai jual yang tinggi jika dikemas dengan teknik storytelling yang memikat.

Proses pindah tanam yang sederhana atau momentum krusial saat mengawinkan bunga kini menjelma menjadi paket edukasi yang mendatangkan income harian bagi kas desa, jauh sebelum masa panen tiba.

Implementasi nyata dari konsep matang ini dapat disaksikan langsung oleh publik dalam waktu dekat. Sebuah acara bertajuk “Petik Melon Honey Globe” yang dipadukan dengan Workshop Budidaya Melon Hidroponik akan digelar pada Sabtu, 09 Agustus 2026. Bertempat di Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi etalase hidup bagaimana buah premium dengan rasa manis alami dan tekstur renyah diproduksi. Pengunjung yang ingin merasakan langsung pengalaman edukatif ini dapat melakukan reservasi melalui nomor 0812 2722 2822.

Bagi Budi Prasetyawan, komoditas melon hidroponik ini barulah sebuah stimulus awal. Ia meyakini setiap desa di Indonesia memiliki potensi uniknya masing-masing. Dengan sentuhan kreativitas, integrasi yang kuat, dan pemahaman mendalam terhadap nilai edukasi, potensi apa pun di dalam desa bisa diubah menjadi penggerak kesejahteraan warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending di RAGAM