Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 17 Sep 2026 13:44 WIB ·

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya


					Oplus_131104 Perbesar

Oplus_131104

Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Digitalisasi terbentur kultur akar rumput. Suksesi kepemimpinan di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini berada di persimpangan jalan menjelang pemungutan suara serentak pada 20 September 2026.

Langkah bakal calon Kepala Desa, Abu Jihad Ubaidillah, yang melayangkan surat pengaduan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, mengonfirmasi sebuah anomali modern: ketika teknologi e-voting mengunci rapat celah kecurangan mekanis, medan pertempuran politik justru bergeser ke arah manipulasi struktural manusianya.

Dalam surat keberatannya, Abu Jihad membidik tiga titik krusial yang dianggapnya cacat prosedur: transparansi rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), perubahan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pasca-peninjauan, dan legalitas pergantian petugas lapangan. Ia mendesak DPMD melakukan audit objektif, bahkan meminta opsi penundaan tahapan jika klarifikasi tidak menemui titik terang.

“Kami meminta DPMD melakukan klarifikasi dan verifikasi secara objektif. Kalau memang semua sudah sesuai aturan, tentu kami berharap ada penjelasan berdasarkan dokumen dan ketentuan yang berlaku. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, kami berharap dapat ditindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Abu Jihad, saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/9/2026).

Bagi para pengamat dinamika politik desa, ketegangan di Bantarjaya bukanlah fenomena baru. Kasus ini merupakan template klasik yang kerap berulang di berbagai daerah yang sedang bertransisi ke sistem digital, seperti Magetan, Sleman, hingga Mempawah. Polanya selalu serupa. Sistem e-voting terbukti ampuh menghapus drama klasik manipulasi fisik—seperti pembakaran kotak suara atau pencoblosan ganda. Namun, ketidakpercayaan para kandidat tidak lantas hilang; ia hanya bermutasi. Rasa curiga kini diarahkan kepada para gatekeeper atau manusia yang memegang tombol kendali dan memverifikasi identitas pemilih di TPS.

Di media sosial, dinamika ini membelah netizen menjadi dua narasi utama. Kubu pendukung Abu Jihad menggaungkan isu ini sebagai gerakan moral demi transparansi dan melawan nepotisme panitia. Sementara di sisi seberang, langkah hukum ini kerap dituduh sebagai manuver politik untuk mengulur waktu dan mencari simpati publik di tengah masifnya gerakan mobilisasi massa dari kandidat lawan.

Sejarah Pilkades digital di Indonesia menunjukkan bahwa DPMD kemungkinan besar akan tetap menggelar pemilihan sesuai jadwal demi efisiensi anggaran, sementara laporan keberatan Abu Jihad akan disimpan sebagai arsip sengketa.

Konklusi akhir dari laga ini diprediksi tidak akan menghentikan mesin e-voting, melainkan memindahkan arena pertarungan dari riuhnya TPS menuju meja hijau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pasca-pemilihan.

Kasus Bantarjaya kembali mengingatkan kita: secanggih apa pun teknologi yang diadopsi, legitimasi demokrasi tetap bermuara pada integritas manusia yang mengoperasikannya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Trending di RAGAM