Sidenreng Rappang , Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Di sebuah sudut Kantor Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, suasana mendadak cair. Tak ada meja rapat formal yang memisahkan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, dengan para kepala desa. Di atas meja makan sederhana, diplomasi soal nasib desa digelar. Syaharuddin memilih pendekatan “meja makan” untuk mendengar langsung kendala para kades, sebuah langkah yang menanggalkan protokoler demi mencari solusi nyata atas ribuan hektare lahan tidur yang selama ini menganggur.
Pendekatan ini bukan sekadar gaya-gayaan. Hasilnya nyata dan berdampak luas bagi denyut nadi ekonomi pedesaan di Sidrap. Pemerintah Kabupaten Sidrap bergerak masif dengan menggelontorkan dana hingga Rp75 miliar, khususnya di Kecamatan Panca Lautang, untuk menyulap lahan kering di Desa Wanio dan Wanio Timoreng menjadi sawah baru yang produktif. Hasilnya mencengangkan: 41,7 hektare lahan berhasil dicetak menjadi sawah baru, sementara ratusan hektare lainnya dioptimalkan melalui perbaikan irigasi dan penyediaan 48 titik bor air.
Secara geografis, Sidrap kini menjelma menjadi raksasa pangan di Sulawesi Selatan. Berkat program IP300 atau pola tanam padi tiga kali setahun, produksi gabah daerah ini meroket dari 400.000 ton pada 2024 menjadi 679.000 ton di tahun 2025. Angka ini menghasilkan surplus beras yang luar biasa—450.000 ton per tahun—yang siap menyuplai kebutuhan pangan hingga ke Kalimantan dan Papua. Pertumbuhan ekonomi daerah pun melesat ke angka 7,7 persen, salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
Di akar rumput, dampaknya langsung dirasakan oleh petani desa. Pembentukan “Brigade Pangan” menjadi inovasi yang mengubah wajah pertanian tradisional menjadi lebih terkelola dan berdaya saing. Angka kemiskinan yang menyusut ke 4,91 persen per September 2025 adalah bukti bahwa kepemimpinan yang berani keluar dari zona nyaman seremonial benar-benar mampu membawa perubahan. Bagi warga Sidrap, meja makan di Kantor Desa Tana Toro itu kini tercatat sebagai simbol awal bangkitnya ekonomi desa, membuktikan bahwa ketahanan pangan nasional memang harus dimulai dari kemauan pemimpin untuk duduk bersama rakyatnya di tingkat desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.