Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] – Selama delapan tahun, harapan akan penerangan listrik tak kunjung tiba bagi dua belas desa di wilayah Gane, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ironisnya, jaringan dan infrastruktur listrik di desa-desa tersebut telah rampung dibangun sejak tahun 2017, bahkan sebagian besar warga sudah memasang meteran listrik di rumah mereka. Namun, mimpi untuk merasakan terang benderang tetap menjadi angan karena ketiadaan mesin pembangkit listrik.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan berdampak besar terhadap kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari masyarakat. Tanpa listrik, akses terhadap informasi, pendidikan, dan berbagai layanan dasar menjadi sangat terbatas. Anak-anak kesulitan belajar di malam hari, usaha mikro kesulitan beroperasi, dan aktivitas sosial masyarakat pun terhambat. Mereka terpaksa bergantung pada penerangan seadanya, seperti lampu minyak atau lilin, yang tidak hanya kurang efektif tetapi juga berisiko.
Dua belas desa yang hingga kini belum teraliri listrik tersebut tersebar di tiga kecamatan, meliputi Gane Timur Selatan, Gane Barat Selatan, dan Kepulauan Joronga. Beberapa desa yang paling terdampak di Kecamatan Gane Timur Selatan, antara lain Desa Sawat, Desa Kuwo, Desa Ranga-Ranga, dan Desa Gane Luar.
Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, mengakui bahwa permasalahan listrik ini menjadi prioritas bagi pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) untuk mencari solusi terbaik. “Saat ini kami sedang membangun koordinasi dengan pihak PLN, namun belum ada kepastian mengenai tindak lanjutnya,” ujar Bassam pada Selasa, 10 Juni 2025. Bassam menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengelolaan dan penyediaan kelistrikan. Kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan PLN sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas listrik negara.
Meskipun demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak masyarakat atas akses listrik. “Kami tetap berupaya agar warga di wilayah Gane yang belum menikmati listrik bisa segera mendapatkan haknya dari PLN,” tegasnya. Bassam memahami betul betapa vitalnya listrik bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia berjanji akan terus mendesak PLN agar segera menemukan solusi dan merealisasikan pasokan listrik di dua belas desa tersebut.
Selain menunggu jawaban pasti dari PLN, Bassam juga menyatakan sedang mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di wilayah Gane. “Kami sementara mencari alternatif lain untuk menjawab kebutuhan warga di 12 desa yang ada di Gane,” tandasnya. Upaya ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam mencari solusi atas persoalan listrik yang telah berlarut-larut.
Masyarakat sangat berharap agar janji-janji ini dapat segera direalisasikan demi terang benderangnya masa depan mereka, sehingga kualitas hidup dan potensi ekonomi desa-desa tersebut dapat meningkat secara signifikan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.