Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Di bawah langit malam yang pekat, lapangan perkemahan di Kecamatan Pasimarannu diterangi cahaya oranye yang menghangatkan. Ratusan pramuka, pembina, dan masyarakat setempat berkumpul khidmat merayakan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-64 Tahun 2025 dengan puncak acara yang begitu berkesan: penyalaan api unggun.
Suasana malam itu begitu magis. Acara diawali dengan upacara resmi, mulai dari laporan pemimpin upacara, amanat pembina, hingga prosesi sakral penyalaan api unggun yang berpusat di tengah lapangan. Kobaran api yang mulai membesar menjadi pemandangan yang disaksikan dengan hening, disusul dengan pembacaan Dasa Dharma Pramuka oleh para pembawa obor. Suasana semakin syahdu saat lagu “Api Unggun” dilantunkan bersama, menyatukan setiap suara dalam kehangatan dan kekompakan.

Ketua Panitia, Ansar Leo, S.Pd.Gr, dalam sambutannya menegaskan makna mendalam di balik nyala api unggun. “Api ini tidak hanya memberi cahaya di tengah kegelapan, tetapi juga menjadi simbol semangat yang harus terus berkobar dalam diri kita semua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat itu adalah tentang belajar, berkembang, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Menurut Ansar, perkemahan pramuka adalah wadah penting untuk mendidik generasi muda. Di sini, para peserta tidak hanya berkumpul, melainkan juga belajar banyak hal: arti tanggung jawab, pentingnya kerja sama, dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. “Semoga kebersamaan ini terus terjaga, menjadi bekal berharga dalam menapaki masa depan,” harapnya.
Setelah momen penuh makna itu, suasana hening berubah menjadi riuh penuh semangat. Secara bergantian, para pramuka menyalakan obor mereka dari api unggun, sebuah gestur simbolis yang menunjukkan persatuan dan persaudaraan yang erat.
Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Upacara ditutup dengan doa bersama, diikuti dengan penghormatan kepada pembina, dan pelepasan peserta dari lapangan. Malam perkemahan di Pasimarannu menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dan persatuan, seperti nyala api unggun, harus selalu dijaga agar tidak pernah padam.

“Ketika suara rakyat dibungkan, jurnalisme menjadi senjata. Kami hadir bukan hanya untuk melaporkan, tapi untuk mengingatkan bahwa keadilan dimulai dari keberanian menyuarakan kebenaran. Di balik setiap berita, ada tekad untuk menjadikan desa lebih sadar, lebih berdaya, dan benar-benar merdeka.”
HP : 081355523999


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.