Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 26 Jan 2025 18:31 WIB ·

Warga Desa Kumbo Tolak Tambang Pasir Kuarsa, Ancam Demo


					<em>Tumpukan Pasir Kuarsa Di Lokasi Penambangan Di Desa Kumbo, Sedan, Rembang. (Image courtesy: RMOLJawaTengah</em> Perbesar

Tumpukan Pasir Kuarsa Di Lokasi Penambangan Di Desa Kumbo, Sedan, Rembang. (Image courtesy: RMOLJawaTengah

Rembang [DESA MERDEKA] – Polemik penambangan pasir kuarsa di Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, semakin memanas. Warga setempat secara tegas menolak aktivitas penambangan yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam sumber air.

Meskipun belum mengantongi izin resmi, aktivitas penambangan terus berlanjut. Warga khawatir dampak jangka panjang dari kegiatan ini, terutama terhadap lingkungan sekitar. Lokasi tambang yang berada di dekat permukiman penduduk semakin memperparah kekhawatiran mereka.

“Kami sudah menyampaikan penolakan secara tertulis, tapi pihak tambang tetap beroperasi,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. “Kami merasa dibohongi karena pihak desa berdalih bahwa jalan yang dibangun adalah untuk pertanian, padahal jelas-jelas digunakan untuk aktivitas tambang.”

Warga juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah ini. Meskipun dinas terkait telah melakukan pengecekan ke lokasi, namun aktivitas tambang masih terus berjalan.

“Kami bingung harus mengadu ke mana lagi. Kalau terus seperti ini, kami akan melakukan aksi demonstrasi,” tegas warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Kumbo, Jami’an Ahmad, mengaku bahwa izin penambangan masih dalam proses. Ia juga membantah tudingan bahwa truk tambang akan melintasi permukiman warga.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga dan berusaha mencari solusi terbaik,” ujar Jami’an.

Namun, penjelasan dari pihak desa belum memuaskan warga. Mereka tetap mendesak agar aktivitas penambangan dihentikan sementara hingga semua izin lengkap dan dampak lingkungannya dapat dipastikan aman.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BPBD Jombang Tangani Pohon Tumbang

5 Maret 2026 - 17:29 WIB

Lumpur Benenai Terjang Lamudur: Warga Malaka Butuh Tanggul Darurat

23 Februari 2026 - 18:17 WIB

Pelepah Pisang Ubah Limbah Menjadi Rupiah di Kebumen

21 Februari 2026 - 03:40 WIB

PABC Padang Pariaman: Transformasi Alumni Bencana Menjadi Penggerak Kemanusiaan

18 Februari 2026 - 08:59 WIB

Aksi PPDI Tulungagung: Wariskan Mata Air Bagi Anak Cucu

15 Februari 2026 - 19:33 WIB

Wonogiri Menuju Desa Mandiri Sampah Sebelum TPA Pensiun 2030

13 Februari 2026 - 11:26 WIB

Trending di LINGKUNGAN