Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 17 Mar 2026 13:39 WIB ·

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar


					CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Budaya malu kini dipaksa hadir di sudut-sudut jalanan Pangkalpinang melalui lensa kamera. Mulai Minggu (15/03/2026), Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi mengoperasikan kamera pengawas (CCTV) 24 jam untuk memburu oknum pembuang sampah liar. Langkah “intelijen kebersihan” ini menyasar titik kronis di Kecamatan Gerunggang, khususnya kawasan Jalan Dialova dan Jembatan Jerambah Gantung yang selama ini menjadi langganan tumpukan plastik ilegal.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa identitas siapa pun yang terekam mengotori fasilitas publik akan dilacak untuk diberikan sanksi tegas. “Hari ini kita pasang ‘mata-mata’ elektronik. Siapa pun yang terekam membuang sampah sembarangan, identitasnya akan kita lacak untuk diberikan sanksi sesuai Perda,” tegas Dessy.

Kolaborasi Teknologi Demi Estetika Kota
Langkah strategis ini bukan sekadar gertakan sambal. Bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel, Pemkot Pangkalpinang memasang infrastruktur teknologi tinggi untuk memastikan pengawasan tanpa celah. Rekaman CCTV ini nantinya akan menjadi bukti otentik bagi Satpol PP dalam menerapkan denda administratif, sekaligus menjadi bahan edukasi visual untuk membangun budaya malu di tengah masyarakat.

Pemetaan Titik Rawan Sampah Ilegal
Kecamatan Gerunggang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah memetakan dua area utama yang menjadi fokus “radar” pengawasan:

  • Seputaran Jalan Dialova: Menyasar pengendara nakal yang sering melempar kantong plastik ke bahu jalan saat melintas.
  • Jembatan Jerambah Gantung: Pengawasan ketat di pangkal jembatan dan akses menuju kampus UBB yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga secara ilegal.

Membangun Budaya ‘Malu Mengotori’
Menurut Dessy, esensi dari pemasangan kamera ini bukan hanya soal menghukum, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif. Estetika kota yang dibangun dengan biaya besar tidak boleh kalah oleh perilaku tidak bertanggung jawab. Dengan semangat “Pangkalpinang Kite Pacak“, pemerintah optimis teknologi mampu mengubah perilaku buruk menjadi budaya bersih.

Kehadiran CCTV ini diharapkan menjadi solusi permanen agar wajah Pangkalpinang tetap asri, sekaligus memastikan ekosistem kota tetap sehat bagi generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN