Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 12 Mei 2026 13:34 WIB ·

Nasib Petani dan Pendidikan Anak Pesisir di Tangan Perda


					Nasib Petani dan Pendidikan Anak Pesisir di Tangan Perda Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Masa depan petani dan akses pendidikan anak-anak di pelosok Sumatera Barat kini bertumpu pada dua regulasi krusial yang tengah digodok pemerintah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi desa, namun petani masih terjepit masalah klasik: modal tipis, lahan terbatas, hingga harga yang sering anjlok.

Lewat Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pemerintah berupaya memperkuat posisi tawar warga desa melalui pengaturan subsidi, penguatan lembaga tani, dan asuransi pertanian. “Perlindungan petani sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat sektor pertanian di daerah,” ujar Mahyeldi dalam rapat paripurna DPRD Sumbar, Senin (11/5/2026).

Asrama: Solusi Sekolah di Tengah Cuaca Buruk
Selain urusan perut, akses pendidikan bagi anak desa di wilayah terpencil seperti Mentawai menjadi sorotan utama. Tantangan geografis membuat banyak siswa sulit hadir saat cuaca buruk. Mahyeldi mengusulkan pembangunan asrama sebagai solusi strategis dalam Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan agar jarak dan alam tak lagi menjadi penghalang generasi muda desa untuk belajar.

“Di Mentawai, anak-anak kita tinggal di pulau-pulau. Solusinya adalah asrama,” tegas Mahyeldi. Regulasi ini juga dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan penguatan SMK lewat kemitraan dengan dunia industri agar lulusan dari desa memiliki daya saing global.

Regulasi Harus Bisa Diterapkan, Bukan Sekadar Teks
Gubernur mengingatkan agar DPRD Sumbar menyusun aturan yang selaras dengan kemampuan anggaran daerah dan kebijakan nasional. Hal ini penting agar Perda yang dihasilkan tidak mandul dalam implementasinya di lapangan. Sinkronisasi mekanisme penerimaan murid baru dan indikator dukungan asrama sekolah harus diperjelas agar bantuan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Dukungan fiskal yang efektif dan penguatan kelembagaan petani diharapkan mampu menjadi “perisai” bagi masyarakat desa dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan regulasi yang matang, pembangunan desa di Sumatera Barat diharapkan tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga nyata dalam kualitas hidup masyarakatnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah dan Jalan Desa Sumbar Menanti Dana Rp17,9 Triliun

12 Mei 2026 - 15:34 WIB

Syariah di Desa: Napas Baru Ekonomi Sumatera Barat

12 Mei 2026 - 06:07 WIB

Bertaruh Nyawa di Atas Rakit Demi Menembus Nagari

11 Mei 2026 - 21:13 WIB

Sinergi Sesko TNI Audit Pola Penanganan Bencana Sumbar

11 Mei 2026 - 11:49 WIB

Samsat Kiosk Sumbar: Bayar Pajak Mandiri Tanpa Antre Calo

10 Mei 2026 - 15:20 WIB

Bupati Toba Ngantor di Desa: Jemput Bola Layanan Publik

8 Mei 2026 - 03:57 WIB

Trending di PEMDA